PRESSCORNER.ID – Timnas Belanda memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia sebagai juara Grup F setelah menaklukkan Tunisia dengan skor 3-1 pada laga terakhir fase grup, Kamis (25/6/2026).
Mengutip Reuters, kemenangan di laga yang diguyur hujan tersebut membawa Belanda finis di puncak klasemen Grup F dan akan menghadapi Maroko pada babak 32 besar yang digelar di Monterrey, Meksiko, Senin mendatang.
Belanda langsung mengambil kendali pertandingan dengan mencetak dua gol dalam waktu sedikit lebih dari enam menit, menjadi awal pertandingan tercepat mereka di Piala Dunia sejak 2002.
Gol pembuka lahir pada menit ketiga melalui gol bunuh diri kapten Tunisia, Ellyes Skhiri, yang salah mengantisipasi umpan silang Denzel Dumfries.
Empat menit berselang, Brian Brobbey menggandakan keunggulan Belanda melalui penyelesaian jarak dekat setelah sundulan Virgil van Dijk mengarah ke depan gawang.
Gol tersebut menjadi gol ketiga Brobbey sepanjang turnamen.
Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 lewat sundulan Hazem Mastouri memanfaatkan sepak pojok Hannibal Mejbri.
Namun, keunggulan dua gol Belanda kembali tercipta delapan menit kemudian melalui sundulan Jan Paul van Hecke yang memanfaatkan sepak pojok Tijjani Reijnders. Bola sempat mengenai Anis Slimane sebelum masuk ke gawang Tunisia.
Belanda masih terus menekan hingga akhir laga. Reijnders bahkan nyaris menambah gol setelah tembakannya membentur mistar gawang.
Koeman enggan jemawa
Meski lolos sebagai juara grup, pelatih Belanda Ronald Koeman menolak menganggap timnya sebagai favorit saat menghadapi Maroko.
“Saya tidak yakin kami adalah favorit. Itu akan menjadi pertandingan besar. Mereka adalah tim yang bagus, memiliki banyak kualitas, dan bisa mencetak gol dengan mudah,” ujar Koeman.
Menurutnya, fase gugur akan menjadi tantangan sesungguhnya bagi Belanda.
“Kami finis sebagai juara grup dan sekarang kami memasuki ujian yang sebenarnya. Itulah yang akan kami persiapkan,” katanya.
Dengan keunggulan yang sudah cukup nyaman, Koeman menarik beberapa pemain inti pada babak kedua untuk menjaga kebugaran menjelang fase gugur.
Brobbey, Cody Gakpo, dan Frenkie de Jong digantikan lebih awal, sementara pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Belanda, Memphis Depay, masuk pada menit ke-77 dan hampir mencetak gol lewat tendangan salto.
Turnamen yang mengecewakan bagi Tunisia
Kekalahan tersebut menutup perjalanan Tunisia yang mengecewakan di Piala Dunia.
Sebelumnya, Tunisia menelan kekalahan telak dari Jepang dan Swedia, sebelum kembali takluk dari Belanda.
Sepanjang tiga pertandingan, Tunisia kebobolan 12 gol, padahal mereka datang ke putaran final dengan reputasi sebagai tim bertahan yang solid setelah lolos kualifikasi tanpa sekalipun kebobolan.
Situasi tersebut juga memaksa Federasi Sepak Bola Tunisia mengganti pelatih di tengah turnamen. Herve Renard ditunjuk menggantikan Sabri Lamouchi usai kekalahan 1-5 dari Swedia pada laga pembuka.
Namun, pergantian pelatih itu gagal mengubah nasib Tunisia yang akhirnya harus tersingkir tanpa mampu bersaing di Grup F.











