PRESSCORNER.ID – SYDNEY. Kondisi makroekonomi Australia masih goyang. Ini antara lain terlihat di pasar tenaga kerja. Jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia di Australia turun di kuartal yang berakhir Mei.
Australian Bureau of Statistics (ABS) mengumumkan, Kamis (25/6/2026), lowongan pekerjaan turun 2,1% dalam kuartal yang berakhir Mei. Ini merupakan penurunan pertama sejak pertengahan 2025. Penurunan terbesar terjadi di sektor keuangan, akomodasi, dan makanan.
Buat perbandingan, di kuartal sebelumnya, lowongan pekerjaan tercatat naik 2,4%. Ini adalah angka revisi. Secara tahunan, data terbaru menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan turun 2,1% menjadi 329.500.
Lowongan pekerjaan di sektor swasta turun 1,4%. Sementara lowongan di sektor publik turun 7,9%. Sebagian besar sektor yang disurvei mengalami kerugian.
Penurunan terbesar sebesar 21,4% terjadi di industri jasa keuangan dan asuransi. Sementara di industri akomodasi dan jasa makanan terjadi penurunan 16,1%.
Di sisi lain, pengeluaran rumah tangga Australia pulih di periode Mei. Penyebabnya, perjalanan kembali normal setelah terjadi penurunan akibat perang pada April. Ini menunjukkan permintaan konsumen tetap stabil di tengah biaya pinjaman dan harga bahan bakar yang lebih tinggi.
ABS mencatat indikator pengeluaran rumah tangga bulanan melonjak 1,3% pada bulan Mei menjadi A$ 80,64 miliar, sekitar Rp 997,12 triliun. Konsensus proyeksi analis memperkirakan kenaikan hanya sebesar 0,5%, setelah penurunan tajam sebesar 1,1% pada April.
Transportasi merupakan kontributor terbesar terhadap peningkatan pengeluaran pada bulan Mei. Selain itu, rumah tangga juga menghabiskan lebih banyak uang untuk pakaian dan makan di luar.











