Presscorner.id — Kain tenun dan busana adat Sulawesi Selatan sukses mencuri perhatian komunitas diplomatik internasional. Para pendamping (spouse) delegasi asing yang tengah mengikuti rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 dibuat terpukau saat menjajal langsung pakaian adat Baju Bodo dan Patonro’ dalam kunjungan budaya ke Istana Balla Lompoa, Gowa, Rabu (24/6/2026).
Rombongan pendamping para duta besar dan kepala perwakilan negara sahabat tersebut disambut oleh Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa. Tidak sekadar berkunjung, para tamu mancanegara ini langsung bertransformasi mengenakan busana tradisional. Delegasi perempuan tampil anggun dengan warna-warni Baju Bodo, sementara delegasi pria mengenakan penutup kepala Patonro’.
Promosi budaya lewat interaksi langsung ini dinilai menjadi langkah taktis untuk menaikkan kelas produk fesyen lokal dan kerajinan tradisional Sulawesi Selatan ke panggung dunia.
”Melalui baju bodo dan patonro’, kami mengenalkan kearifan lokal dan kekayaan budaya yang diwariskan turun-temurun. Pengalaman langsung ini diharapkan melekat menjadi memori kuat bagi para tamu internasional,” ujar Melinda Aksa.
Selain fesyen, rombongan juga mengeksplorasi potensi wisata sejarah premium di dalam Museum Balla Lompoa. Mereka melihat langsung berbagai artefak peninggalan Kerajaan Gowa yang bernilai sejarah tinggi, termasuk Salokoa yang merupakan mahkota emas murni kebesaran raja-raja Gowa terdahulu.
Respons positif mengalir dari para tamu. Edgar Coray, suami dari Duta Besar Uruguay, mengaku takjub dengan sistem perawatan sejarah dan kekayaan tradisi yang tersimpan di Balla Lompoa. Hal senada diungkapkan Lemaire Beatriz, istri Duta Besar Venezuela, yang memuji cita rasa kue tradisional serta keramahan masyarakat setempat.
Bagi sektor pariwisata lokal, kunjungan korps diplomatik dari berbagai belahan dunia seperti Amerika Latin dan Eropa ini menjadi angin segar. Publikasi visual para delegasi saat mengenakan pakaian adat diharapkan mampu menjadi alat promosi digital yang efektif untuk mendongkrak kunjungan wisatawan asing, yang nantinya akan menghidupkan sektor ekonomi kreatif dan perajin kain tenun lokal di Sulawesi Selatan.











