BeritaSulawesi SelatanSulsel

Dilelang ke 28 Negara, Stadion Untia dan Pulau Lanjukang Jadi Proyek Investasi Utama Makassar

Avatar photo
5
×

Dilelang ke 28 Negara, Stadion Untia dan Pulau Lanjukang Jadi Proyek Investasi Utama Makassar

Sebarkan artikel ini
Dilelang ke 28 Negara, Stadion Untia dan Pulau Lanjukang Jadi Proyek Investasi Utama Makassar


Presscorner.id — Pemerintah Kota Makassar secara resmi memaparkan sejumlah proyek infrastruktur dan komoditas strategis bernilai miliaran rupiah di hadapan perwakilan diplomasi ekonomi dari 28 negara sahabat. Pemaparan tersebut dilakukan dalam ajang Makassar Investment Forum 2026 yang digelar di Hotel The Rinra, Rabu (24/6/2026).

​Dua proyek raksasa yang menjadi jualan utama Pemkot Makassar kepada para investor dunia adalah pembangunan Sport Tourism Hub Stadion Untia serta pengembangan Ekowisata Bahari berkelas internasional di Pulau Lanjukang.

​Selain itu, pemkot juga membuka peluang ekspansi industri manufaktur dan logistik melalui perluasan lahan baru PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang berlokasi di wilayah Maros.

​Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa portofolio investasi ini ditawarkan karena Makassar memiliki performa ekonomi yang sangat sehat. Tercatat pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Makassar melesat di angka 6,61 persen dengan inflasi yang terjaga ketat di kisaran 2,2 hingga 2,9 persen.

​”Makassar adalah rumah bagi 1,5 juta penduduk dengan ekonomi yang dinamis. Dari realisasi investasi tahun lalu yang mencapai Rp5,2 triliun, sebanyak 21 persen atau Rp1,13 triliun disumbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA). Saat ini Malaysia menjadi investor terbesar kami dengan Rp421 miliar, disusul Singapura sebesar Rp248 miliar,” rinci wali kota yang akrab disapa Appi tersebut.

​Guna meyakinkan para duta besar dari negara-negara seperti Jepang, Belanda, Australia, hingga Brasil, Pemkot Makassar menjamin kemudahan birokrasi dan jaminan bebas pungli bagi para investor yang masuk. Salah satu solusinya adalah transformasi digital melalui integrasi seluruh layanan perizinan dan investasi satu pintu ke dalam satu aplikasi, yakni Superapps Lontara.

​Posisi strategis Makassar yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, didukung kapasitas logistik Makassar New Port (MNP) serta Bandara Sultan Hasanuddin, diklaim menjadi daya tawar tertinggi untuk memotong jalur rantai pasok perdagangan internasional.

​Masuknya investasi asing pada proyek Stadion Untia dan perluasan kawasan industri KIMA ini diproyeksikan tidak hanya mengubah wajah tata ruang kota, melainkan juga memicu efek domino berupa penyerapan ribuan tenaga kerja lokal serta membuka pasar global bagi komoditas ekspor unggulan warga seperti perikanan, rumput laut, dan kopi Toraja.