PRESSCORNER.ID – Erling Haaland kembali menjadi pembeda saat membawa Norwegia meraih kemenangan penting 3-2 atas Senegal dalam lanjutan Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026) waktu setempat.
Dua gol striker berusia 25 tahun itu memastikan Norwegia melaju ke babak gugur pada penampilan Piala Dunia pertama mereka dalam 28 tahun terakhir.
Bermain di tengah cuaca hujan di New Jersey, Senegal yang disebut sebagai salah satu kekuatan terbaik Afrika sempat tampil agresif pada awal laga.
Namun, lini pertahanan mereka akhirnya kewalahan menghadapi serangan Norwegia, terutama ketajaman Haaland.
Senegal sempat mengimbangi permainan selama sekitar 30 menit pertama, tetapi pertahanan mereka mulai goyah menjelang turun minum.
Gol pembuka Norwegia tercipta lewat Marcus Pedersen yang masuk sebagai pemain pengganti akibat cedera Julian Ryerson.
Kesalahan kapten Senegal Kalidou Koulibaly dalam mengantisipasi bola membuat Edouard Mendy gagal menghalau tembakan Pedersen.
Haaland Mengamuk di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Norwegia langsung menggandakan keunggulan. Martin Odegaard mengirimkan umpan matang yang dimanfaatkan Haaland untuk melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.
Tak butuh waktu lama, Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyambar bola hasil pantulan mistar melalui sepakan voli yang tak mampu dihentikan lini belakang Senegal.
Meski tertinggal, Senegal masih mampu memberikan perlawanan melalui serangan balik cepat. Ismaila Sarr menjadi ancaman utama dengan mencetak dua gol, termasuk satu di masa injury time. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk menghindarkan kekalahan.
Hasil ini membuat Grup I menjadi grup pertama yang memastikan dua tim lolos ke fase 32 besar, setelah Prancis sebelumnya mengalahkan Irak 3-0. Norwegia dan Prancis kini akan bersaing untuk menentukan posisi juara grup pada laga terakhir.
Euforia Norwegia
Selepas peluit akhir, para pemain Norwegia merayakan kemenangan dengan “Viking row” di depan pendukung mereka, mencerminkan euforia atas keberhasilan melaju ke fase gugur.
Sementara itu, dukungan untuk Senegal di stadion terlihat lebih terbatas akibat pembatasan visa yang membuat banyak pendukung mereka tidak dapat hadir di Amerika Serikat.
Cuaca buruk yang melanda New Jersey juga mewarnai pertandingan, dengan hujan deras dan badai petir sempat menyebabkan peringatan keselamatan serta gangguan perjalanan sebelum laga dimulai. Meski demikian, pertandingan tetap berlangsung setelah hujan mereda.











