BeritaInternasional

China Balas Daftar Hitam Pentagon, Perusahaan Rare Earth AS Jadi Sasaran

Avatar photo
7
×

China Balas Daftar Hitam Pentagon, Perusahaan Rare Earth AS Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
China Balas Daftar Hitam Pentagon, Perusahaan Rare Earth AS Jadi Sasaran


PRESSCORNER.ID – China kembali mengambil langkah balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dalam persaingan teknologi dan keamanan nasional.

Beijing memasukkan dua perusahaan rare earth AS, MP Materials dan USA Rare Earth, bersama delapan entitas Amerika lainnya ke dalam daftar kontrol ekspor.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas keputusan Washington yang memasukkan sejumlah perusahaan China ke dalam daftar pembatasan terkait hubungan dengan militer China.

Kementerian Perdagangan China menyatakan, perusahaan-perusahaan yang masuk daftar tersebut tidak lagi dapat menerima ekspor barang guna ganda (dual-use items) dari China.

Barang guna ganda adalah produk yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

Selain MP Materials dan USA Rare Earth, perusahaan manufaktur motor untuk aplikasi kritis, Aveox, juga termasuk dalam daftar tersebut.

MP Materials merupakan perusahaan yang didukung Departemen Pertahanan AS dan mengoperasikan satu-satunya tambang rare earth aktif di Amerika Serikat.

Sementara USA Rare Earth terlibat dalam rantai pasok industri mineral tanah jarang dari tambang hingga produksi magnet.

Dalam pernyataannya pada Senin (22/6), Kementerian Perdagangan China menyebut kebijakan tersebut diambil untuk melindungi keamanan nasional dan kepentingan negara.

“Organisasi dan individu di negara atau wilayah mana pun dilarang mentransfer atau memasok barang guna ganda yang berasal dari China kepada entitas-entitas tersebut,” tulis kementerian tersebut.

Beijing juga memerintahkan penghentian segera seluruh aktivitas ekspor terkait.

Larangan Lebih Ketat

Analis menilai langkah terbaru China merupakan pengetatan dari aturan sebelumnya. Jika sebelumnya ekspor ke perusahaan-perusahaan tertentu masih dimungkinkan dengan izin khusus, kini Beijing menerapkan larangan penuh terhadap ekspor barang guna ganda kepada entitas yang masuk daftar.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai dampak ekonomi langsung dari kebijakan tersebut relatif terbatas.

Mitra Asia Group untuk wilayah Greater China George Chen mengatakan, sebagian besar perusahaan yang masuk daftar merupakan pemain industri pertahanan AS atau memiliki hubungan erat dengan pemerintah Amerika.

“Perusahaan-perusahaan tersebut pada umumnya tidak memiliki aktivitas bisnis yang signifikan di China, sehingga dampaknya lebih bersifat simbolis,” ujarnya.

Menurut Chen, langkah Beijing merupakan respons yang sepadan terhadap daftar Pentagon yang dikenal sebagai “1260H List”.

Balasan atas Daftar Hitam Pentagon

Awal bulan ini, Departemen Pertahanan AS memperbarui daftar perusahaan China yang dinilai mendukung militer China. Daftar tersebut mencakup sejumlah perusahaan besar seperti: Alibaba Group, Baidu, BYD, dan NIO.

Dalam langkah terpisah, Kementerian Keuangan China juga mengumumkan pembatasan terhadap 46 perusahaan AS lainnya.

Melalui kebijakan tersebut, pembeli di China dilarang mengadakan pengadaan produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Namun, perusahaan yang beroperasi di China dengan pendanaan dari AS masih diperbolehkan membeli produk terkait.

Kebijakan terbaru ini menunjukkan bahwa rivalitas antara AS dan China dalam sektor teknologi, mineral kritis, serta keamanan nasional masih berlanjut meskipun kedua negara beberapa kali berupaya menstabilkan hubungan dagang mereka.

Bagi AS, rare earth merupakan komoditas strategis yang sangat penting untuk industri semikonduktor, kendaraan listrik, energi bersih, hingga sektor pertahanan. Sementara China masih mendominasi rantai pasok global mineral tanah jarang dan produk turunannya.