BeritaInternasional

DBS Raup Pendanaan US$ 2 Miliar dari Obligasi Covered Bond Tiga Tahun

Avatar photo
10
×

DBS Raup Pendanaan US$ 2 Miliar dari Obligasi Covered Bond Tiga Tahun

Sebarkan artikel ini
DBS Raup Pendanaan US$ 2 Miliar dari Obligasi Covered Bond Tiga Tahun


PRESSCORNER.ID – Bank terbesar di Singapura, DBS Bank berhasil menghimpun dana sebesar US$ 2 miliar melalui penerbitan obligasi covered bond berdenominasi dolar Amerika Serikat dengan tenor tiga tahun.

Berdasarkan term sheet yang diperoleh Reuters Selasa 923/6/2026), obligasi tersebut diterbitkan pada harga pari (par) dengan kupon tetap sebesar 4,486% per tahun dan akan jatuh tempo pada 29 Juni 2029.

Transaksi tersebut dipatok dengan spread 42 basis poin di atas tingkat SOFR mid-swaps atau Secured Overnight Financing Rate, yang merupakan salah satu acuan utama suku bunga dolar AS.

Minat investor terhadap penerbitan ini cukup kuat. Sebelum penetapan harga final, total pesanan yang masuk telah melampaui US$ 2,6 miliar.

Group Corporate Treasurer DBS Philip Fernandez mengatakan, penerbitan terbaru ini merupakan bagian dari komitmen bank untuk terus mengembangkan pasar covered bond di Singapura.

“DBS telah memimpin pengembangan pasar covered bond Singapura selama lebih dari satu dekade sejak menerbitkan covered bond pertama di negara ini pada 2015,” ujar Fernandez dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa penerbitan di bawah program Global Covered Bond Programme milik DBS tersebut juga bertujuan memperluas partisipasi investor sekaligus menurunkan biaya pendanaan bank secara keseluruhan.

Didukung Portofolio KPR Residensial

Covered bond merupakan instrumen utang yang dijamin oleh kumpulan aset berkualitas tinggi. Dalam penerbitan ini, obligasi DBS didukung oleh portofolio kredit pemilikan rumah (KPR) residensial di Singapura.

Obligasi tersebut mendapatkan jaminan dari Bayfront Covered Bonds Pte Ltd.

Instrumen ini dijadwalkan melakukan penyelesaian transaksi (settlement) pada 29 Juni 2026.

Dari sisi kualitas kredit, obligasi tersebut diperkirakan memperoleh peringkat tertinggi, yakni Aaa dari Moody’s dan AAA dari Fitch Ratings.

Peringkat tinggi tersebut mencerminkan kuatnya kualitas aset yang menjadi jaminan serta profil kredit DBS sebagai salah satu institusi keuangan terbesar di Asia Tenggara.

Sejumlah bank investasi global bertindak sebagai joint lead managers dalam transaksi ini, yakni DBS Bank, BMO Capital Markets, HSBC, RBC Capital Markets, Standard Chartered, dan TD Securities.

Penerbitan ini menunjukkan masih kuatnya minat investor global terhadap instrumen pendapatan tetap berkualitas tinggi di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan kondisi geopolitik global.