BeritaInternasional

SpaceX Raih Peringkat Utang Investment Grade, Prospek Stabil di Tengah Ekspansi AI

Avatar photo
13
×

SpaceX Raih Peringkat Utang Investment Grade, Prospek Stabil di Tengah Ekspansi AI

Sebarkan artikel ini
SpaceX Raih Peringkat Utang Investment Grade, Prospek Stabil di Tengah Ekspansi AI


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. SpaceX memperoleh peringkat kredit kategori investment grade dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia, yakni Moody’s, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings, dengan seluruhnya memberikan prospek (outlook) stabil. 

Penilaian tersebut diberikan setelah perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu melantai di bursa melalui penawaran saham perdana (IPO) yang menyita perhatian pasar.

Peringkat tersebut mencerminkan keyakinan luas terhadap stabilitas keuangan SpaceX di tengah langkah perusahaan memperluas investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI), yang dikenal membutuhkan belanja modal besar dan menghadapi persaingan ketat.

Moody’s memberikan peringkat Baa1, sementara Fitch menetapkan BBB+ dan S&P Global Ratings memberikan BBB.

Ketiga peringkat tersebut berada dalam kategori investment grade, yang menandakan tingkat risiko kredit moderat dan kemampuan yang dinilai memadai untuk memenuhi kewajiban keuangan perusahaan.

Meski mendapat pengakuan positif dari lembaga pemeringkat, saham SpaceX tetap mengalami tekanan. Pada perdagangan setelah penutupan pasar, saham perusahaan turun 1,1% setelah sebelumnya ditutup melemah hampir 4% pada Kamis.

Valuasi SpaceX sendiri melonjak melampaui US$2 triliun setelah debut spektakulernya di bursa Nasdaq pekan lalu. 

Saham perusahaan sempat melesat dalam dua hari pertama perdagangan sebelum sebagian keuntungan terpangkas, seiring investor mengevaluasi apakah valuasi yang sangat tinggi tersebut dapat dibenarkan oleh strategi ekspansi AI yang membutuhkan investasi besar.

Dalam penilaiannya, S&P menyebut bisnis peluncuran antariksa dan layanan konektivitas SpaceX memiliki prospek yang kuat. 

Namun, lembaga tersebut juga menyoroti adanya ketidakpastian pada segmen AI karena tingginya kebutuhan modal serta ketatnya persaingan di industri tersebut.