BeritaInternasional

Rusia Ungkap Belum Ada Rencana Trump-Putin Berbicara via Telepon

Avatar photo
9
×

Rusia Ungkap Belum Ada Rencana Trump-Putin Berbicara via Telepon

Sebarkan artikel ini
Rusia Ungkap Belum Ada Rencana Trump-Putin Berbicara via Telepon


PRESSCORNER.ID – MOSKOW. Kremlin menyatakan hingga saat ini belum ada rencana percakapan telepon antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meski demikian, negosiator Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner disebut masih terus menjalin komunikasi dengan Rusia maupun Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kedua utusan AS tersebut tetap mempertahankan kontak diplomatik di tengah terhentinya proses mediasi konflik Rusia-Ukraina yang sebelumnya mereka jalankan.

Witkoff dan Kushner sebelumnya terlibat dalam upaya mediasi antara Rusia dan Ukraina. Namun, proses tersebut terhenti pada Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan aksi militer terhadap Iran.

“Proses mediasi mengenai Ukraina saat ini sedang ditangguhkan. Meski demikian, para negosiator Amerika Serikat tetap menjaga komunikasi. Diskusi terus berlangsung dengan kami melalui saluran yang sudah ada, dan juga dengan pihak Ukraina. Belum ada tanggal pasti untuk kunjungan mereka, tetapi kami akan dengan senang hati menyambut mereka di Rusia kapan saja,” ujar Peskov.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang disebutnya berlangsung secara positif dengan Witkoff dan Kushner.

Menurut Zelenskyy, kedua negosiator Amerika itu menunjukkan kesiapan untuk bekerja mencari penyelesaian perang Ukraina dalam beberapa pekan mendatang.

Namun, Peskov mengatakan Kremlin tidak menerima pemberitahuan dari pihak Amerika Serikat mengenai percakapan tersebut.

Di sisi lain, ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan negara-negara Eropa sebagai mediator dalam konflik Rusia-Ukraina, Peskov menegaskan bahwa Moskow saat ini memandang upaya tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

“Pertama-tama, memulai upaya mediasi dengan mengajukan persyaratan tertentu kepada Rusia kemungkinan merupakan langkah yang tidak logis dan keliru. Namun yang paling penting, sejauh yang kami lihat, negara-negara Eropa jauh lebih cenderung berfokus pada kelanjutan perang dibandingkan pada perundingan damai,” kata Peskov.