PRESSCORNER.ID – PARIS. Industri telekomunikasi Eropa bersiap menyaksikan salah satu transaksi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Tiga operator telekomunikasi utama Prancis, yakni Bouygues Telecom, Orange, dan Free-iliad Group, sepakat membeli operator telekomunikasi SFR dari Altice France.
Melansir Reuters (7/6), nilai transaksi tersebut mencapai €20,35 miliar atau sekitar US$ 23,44 miliar, termasuk utang perusahaan. Jika mendapatkan lampu hijau dari regulator, kesepakatan ini akan menjadi salah satu merger dan akuisisi terbesar di sektor telekomunikasi Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Kesepakatan ini juga berpotensi mengubah struktur industri telekomunikasi Prancis. Saat ini terdapat empat operator jaringan seluler utama di negara tersebut. Setelah transaksi rampung dan aset SFR dibagi, jumlah operator akan berkurang menjadi tiga.
Perubahan tersebut dipandang sebagai ujian penting bagi otoritas persaingan usaha Eropa yang selama ini berhati-hati terhadap konsolidasi di industri telekomunikasi. Regulator akan menilai apakah pengurangan jumlah pemain dapat diterima tanpa mengurangi tingkat persaingan dan pilihan bagi konsumen.
Berdasarkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani para pihak, Bouygues Telecom akan memperoleh porsi terbesar aset SFR dengan kontribusi sekitar 52% dari pendapatan hasil pemisahan bisnis. Sementara itu, Free-iliad akan mengambil sekitar 27%, sedangkan Orange memperoleh 21%.
Sebagian aset, termasuk jaringan telekomunikasi tetap, jaringan seluler, dan sistem teknologi informasi, akan dikelola bersama selama masa transisi sebelum pembagian aset sepenuhnya diselesaikan.
Proses negosiasi antara Altice France dan konsorsium pembeli telah berlangsung selama beberapa bulan. Pada April lalu, ketiga operator meningkatkan penawaran mereka dari sekitar €17 miliar. Langkah tersebut mendorong Altice France memperpanjang masa eksklusivitas pembicaraan hingga 5 Juni dari tenggat sebelumnya pada 16 Mei.
Chief Executive Officer Orange, Christel Heydemann, mengatakan perusahaannya telah memulai diskusi dengan regulator untuk memuluskan proses persetujuan transaksi.
Menurut Heydemann, kesepakatan ini akan memperkuat posisi Orange sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Prancis maupun Eropa, sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Sementara itu, Chairman Bouygues Telecom, Edward Bouygues, menilai transaksi tersebut sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat bisnis inti dan mendukung kedaulatan digital Prancis.
Pembagian nilai transaksi di antara pembeli diperkirakan tetap berada pada kisaran 42% untuk Bouygues Telecom, 31% untuk Free-iliad, dan 27% untuk Orange. Para pihak juga telah menyepakati biaya pembatalan transaksi atau break-up fee yang nilainya berkisar antara €100 juta hingga €2 miliar.
Selain itu, konsorsium pembeli berjanji mempertahankan lapangan kerja seluruh karyawan yang terkait dengan aset yang diakuisisi setidaknya hingga awal 2029, baik melalui posisi yang ada saat ini maupun penempatan pada peluang kerja lainnya.
Apabila seluruh proses perizinan berjalan sesuai rencana, transaksi jumbo ini diperkirakan dapat diselesaikan pada paruh kedua 2027. Pasar kini menanti sikap regulator Eropa yang akan menentukan apakah konsolidasi besar di sektor telekomunikasi dapat kembali memperoleh restu.











