PRESSCORNER.ID – CALIFORNIA. OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan perubahan terbesar pada ChatGPT sejak layanan tersebut pertama kali diluncurkan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat posisinya menjelang rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
Mengutip laporan Reuters yang merujuk pada Financial Times, Minggu (7/6), OpenAI berencana mengembangkan ChatGPT menjadi sebuah “superapp” yang tidak hanya berfungsi sebagai chatbot, tetapi juga menyediakan berbagai alat pengkodean (coding tools) dan agen kecerdasan buatan (AI agents).
Dengan konsep tersebut, ChatGPT diharapkan menjadi platform terpadu yang dapat membantu pengguna menyelesaikan beragam pekerjaan, mulai dari menulis kode, mengelola tugas, hingga menjalankan fungsi-fungsi otomatis berbasis AI.
Laporan itu menyebutkan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari reorganisasi yang lebih luas di tubuh OpenAI. Perusahaan disebut tengah mengalihkan lebih banyak sumber daya untuk membidik segmen pelanggan korporasi yang dinilai memiliki potensi pendapatan lebih besar dibandingkan pengguna individu.
Strategi tersebut juga dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat di industri kecerdasan buatan generatif. OpenAI kini menghadapi tantangan dari sejumlah pesaing, termasuk Anthropic, yang juga agresif mengembangkan model AI untuk kebutuhan bisnis.
Menurut Financial Times, informasi mengenai rencana tersebut diperoleh dari lebih dari selusin karyawan dan mantan karyawan OpenAI yang mengetahui arah pengembangan perusahaan.
Jika terealisasi, transformasi ChatGPT menjadi superapp berpotensi memperluas peran OpenAI di dunia bisnis sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan AI yang terintegrasi.











