BeritaInternasional

Zelensky Ajak Putin Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia

Avatar photo
6
×

Zelensky Ajak Putin Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia

Sebarkan artikel ini
Zelensky Ajak Putin Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia


PRESSCORNER.ID – KYIV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang berisi ajakan untuk melakukan pertemuan langsung guna mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Dalam surat yang dipublikasikan pada Kamis (4/6/2026), Zelensky menegaskan bahwa Ukraina siap melanjutkan perlawanan jika tidak ada langkah nyata menuju perdamaian. Kantor Presiden Ukraina menyebutkan surat tersebut juga telah dikirimkan kepada sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.

Dalam suratnya, Zelensky menilai mayoritas warga Rusia mulai merasa lelah dengan dampak perang yang berkepanjangan. Menurutnya, serangan rudal dan drone Ukraina, inflasi yang meningkat, serta kelangkaan bahan bakar telah memicu keinginan masyarakat Rusia untuk melihat berakhirnya konflik.

Zelensky juga menyoroti fokus perhatian Amerika Serikat yang saat ini lebih banyak tertuju pada konflik di Iran.

“Adalah sebuah kesalahan jika hanya menunggu sampai perang di Eropa kembali menjadi pusat perhatian Amerika Serikat,” tulis Zelensky.

Gencatan Senjata Jadi Langkah Awal Diplomasi

Presiden Ukraina menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian harus dimulai dari garis depan pertempuran.

“Garis depan adalah titik awal dari mana diplomasi harus dimulai,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan posisi Ukraina yang mendukung penghentian sementara pertempuran selama proses negosiasi berlangsung.

“Ukraina mendukung gencatan senjata penuh selama masa perundingan berlangsung. Ini adalah praktik yang lazim dilakukan,” kata Zelensky.

Menurutnya, Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata di sepanjang garis pertempuran tempat permusuhan dihentikan.

Zelensky juga mengusulkan penetapan tanggal yang jelas untuk pertemuan langsung dengan Putin. Ia menyebut sejumlah negara yang secara tradisional menjadi tuan rumah perundingan perdamaian, seperti Swiss, Turki, dan negara-negara Arab.

Zelensky Desak Putin Pilih Jalan Damai

Dalam surat tersebut, Zelensky secara langsung meminta Putin untuk mempertimbangkan jalan keluar dari konflik yang telah menelan banyak korban.

“Jangan takut untuk mengambil jalan keluar dari perang ini. Itulah hal utama yang saat ini dituntut dari Anda,” tulis Zelensky.

Ia menegaskan bahwa Ukraina mengusulkan penyelesaian konflik melalui dialog langsung antara dirinya dan Putin.

“Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita — antara saya dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan. Jika Anda secara pribadi tidak sampai pada kesimpulan bahwa sudah waktunya mengakhiri perang ini, maka Ukraina akan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensinya.”

Zelensky Singgung Risiko Politik bagi Putin

Dalam bagian lain suratnya, Zelensky mengisyaratkan bahwa perang yang berkepanjangan dapat mengancam posisi politik Putin di dalam negeri.

“Ini adalah fakta dalam sejarah Rusia yang tentu Anda pahami dengan baik: ketika Rusia mulai lelah, perubahan akan datang.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan paling tegas dalam surat terbuka yang ditujukan langsung kepada pemimpin Rusia tersebut.

Kremlin Konfirmasi Telah Menerima Surat

Di Moskow, Kremlin menyatakan telah menerima dan melihat isi surat terbuka dari Zelensky. Pihak Kremlin juga menyebut bahwa Presiden Putin akan diberikan pengarahan mengenai isi surat tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan surat tersebut juga akan dikirimkan secara resmi melalui jalur diplomatik.

Melalui unggahan di platform X, Sybiha menyebut surat Zelensky sebagai sebuah proposal serius untuk mengakhiri perang.

“Ini adalah usulan yang serius dan bermakna untuk mengakhiri perang, dengan langkah-langkah yang jelas, realistis untuk dilaksanakan, serta undangan untuk pertemuan secara langsung.”

Sybiha menambahkan bahwa Ukraina berharap mendapatkan tanggapan yang konstruktif dari Rusia.

“Kami mengharapkan respons yang bermakna terhadap usulan ini. Sudah waktunya mengakhiri perang. Sudah waktunya memilih perdamaian.”