PRESSCORNER.ID – NEW YORK. Goldman Sachs menaikkan target 12 bulan untuk indeks MSCI pasar negara berkembang menjadi 2.000 dari sebelumnya 1.850. Ini artinya indeks MSCI pasar negara berkembang potensi naik hampir 12% dari penutupan terakhir 1.787,88.
Langkah ini didorong oleh pertumbuhan laba yang dipacu kecerdasan buatan (AI) dan prospek resolusi cepat konflik Iran yang bisa menguntungkan beberapa mata uang serta pasar obligasi.
Ekuitas di pasar berkembang sedang rally, terutama dipimpin pasar Asia Timur seperti Korea Selatan dan Taiwan. Indeks patokan naik 9% pada Mei, mengungguli kenaikan 5% di S&P 500. Goldman menilai kenaikan berbasis laba ini dapat berlanjut, mendorong revisi naik ekspektasi laba dan target indeks di Korea dan Taiwan.
Perusahaan teknologi besar Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, masing-masing menembus valuasi US$ 1 triliun bulan lalu, terdorong permintaan tinggi untuk chip memori kelas atas yang menimbulkan kekurangan pasokan dan kenaikan harga. Goldman memproyeksikan laba per saham (EPS) indeks naik 55% tahun ini, dibanding perkiraan sebelumnya 45%, dan untuk 2027 diperkirakan tumbuh 20%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 19% sebelumnya.
Di luar Asia Timur, yang menyumbang sekitar setengah bobot indeks, Goldman memperkirakan EPS hanya tumbuh 11% pada 2026 dan 2027, menekankan besarnya kontribusi pertumbuhan AI. Selain indeks berbasis teknologi, pasar sensitif suku bunga seperti Afrika Selatan, Brasil, dan Uni Emirat Arab berpotensi berkinerja lebih baik jika ada kesepakatan antara AS dan Iran.
Jika konflik terselesaikan, mata uang seperti rand Afrika Selatan, won Korea, zloty Polandia, dan peso Chile bisa menonjol, sementara obligasi denominasi lokal juga bisa mendapatkan “jalan untuk meredakan tekanan pasar,” menurut Goldman Sachs.











