PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Bursa saham Eropa dibuka relatif stabil pada perdagangan Kamis (4/6/2026), seiring sikap hati-hati investor yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, saham produsen minuman asal Prancis, Remy Cointreau, melonjak setelah perusahaan mengumumkan rencana pemulihan kinerja bisnisnya.
Indeks saham pan-Eropa STOXX 600 tercatat naik tipis 0,1% menjadi 622,17.
Harga minyak mentah turun sekitar 1% setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan untuk menerapkan gencatan senjata. Meski demikian, investor masih menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas, menyusul beberapa kali eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pada awal pekan ini.
Pelaku pasar juga terus memantau sektor jasa keuangan setelah muncul tanda-tanda tekanan di pasar privat (private markets) yang mengguncang pasar saham di Eropa dan Amerika Serikat sehari sebelumnya.
Saham manajer aset asal Swiss, Partners Group, naik tipis 1% setelah berupaya pulih dari penurunan tajam pada Rabu (3/6/2026). Sebelumnya, perusahaan menyatakan memperkirakan perlambatan penghimpunan dana pada paruh kedua 2026 hingga 2027 akibat ketidakpastian terkait penarikan dana (redemption) dari produk dana evergreen terbuka yang mereka kelola.
Sementara itu, saham Remy Cointreau melesat 9% setelah Chief Executive Officer (CEO) Franck Marilly untuk pertama kalinya memaparkan rencana pemulihan perusahaan. Ia mengatakan produsen minuman tersebut menargetkan peningkatan laba operasional sekitar 100 juta euro atau setara US$ 116,1 juta pada tahun buku 2028/2029.
“Perusahaan menargetkan peningkatan laba operasional sekitar 100 juta euro pada 2028/2029 melalui strategi pemulihan bisnis yang telah disusun,” ujar Marilly.
Di sisi lain, saham Universal Music Group (UMG) turun 6,7% setelah mengumumkan pembelian kembali saham yang dimiliki Pershing Square Funds. Perusahaan rekaman musik tersebut juga mengonfirmasi telah menolak proposal akuisisi yang tidak diminta (unsolicited takeover proposal) dari kelompok investasi tersebut pada awal pekan ini.
Pergerakan pasar menunjukkan bahwa investor masih mengutamakan kehati-hatian di tengah ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar keuangan global.
Fokus pasar saat ini tertuju pada perkembangan situasi di Timur Tengah serta stabilitas sektor jasa keuangan yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi dalam beberapa waktu ke depan.











