PRESSCORNER.ID – Saat Timnas Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat (AS) pada 17 Juni mendatang, perhatian publik dipastikan akan tertuju pada sang kapten Harry Kane.
Penyerang berusia 32 tahun itu diharapkan mampu membawa ketajamannya bersama Bayern Munich ke panggung internasional dan membantu Inggris mengakhiri penantian gelar dunia yang telah berlangsung selama 60 tahun.
Kane datang ke Piala Dunia dengan modal performa luar biasa sepanjang musim 2025/2026 bersama Bayern Munich.
Dalam musim ketiganya berseragam klub raksasa Jerman tersebut, ia mencetak 61 gol di semua kompetisi, termasuk 14 gol di Liga Champions sebelum Bayern tersingkir di semifinal oleh juara bertahan, Paris Saint-Germain.
Di kompetisi Bundesliga, Kane mencetak 36 gol hanya dalam 31 penampilan.
Torehan itu membuatnya meraih gelar top skor Bundesliga untuk musim ketiga secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain lain dalam tiga musim pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Keputusan Kane meninggalkan Tottenham Hotspur pada 2024 demi memburu trofi akhirnya membuahkan hasil.
Bersama Bayern, ia telah meraih dua gelar Bundesliga dan satu trofi Piala Jerman. Gelar DFB-Pokal musim ini diraih setelah Kane mencetak hattrick pada laga final melawan VfB Stuttgart pada 23 Mei lalu.
Presiden kehormatan Bayern Munich Uli Hoeness bahkan menyebut Kane sebagai salah satu transfer terbaik dalam sejarah klub.
“Ini adalah transfer terbaik yang pernah kami lakukan,” ujar Hoeness setelah penampilan gemilang Kane di final Piala Jerman.
Lebih dari Sekadar Pencetak Gol
Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany menilai, kontribusi Kane tidak hanya terlihat dari jumlah gol yang dicetak.
“Di Inggris, kemampuan penyelesaiannya tidak pernah diremehkan, begitu juga kepemimpinannya. Namun di sini kami juga melihat distribusi bola, etos kerja, dan kecerdasan bermainnya,” kata Kompany.
Menurutnya, aspek permainan Kane di luar mencetak gol kerap kurang mendapat sorotan saat masih bermain di Inggris.
“Dia menua seperti anggur berkualitas. Saya menikmati melihat sisi permainan itu berkembang,” tambahnya.
Keberhasilan Kane musim ini juga didukung oleh rekan-rekannya di lini serang Bayern. Kombinasi umpan dari Michael Olise dan Luis Diaz menjadi salah satu faktor utama di balik produktivitas gol sang striker.
Di Bundesliga, kedua pemain tersebut mencatatkan total 33 assist, dengan sebagian besar berujung menjadi gol Kane.
Harapan Besar Inggris
Dengan satu-satunya gelar Piala Dunia yang diraih pada 1966, publik Inggris kembali menaruh harapan besar kepada Kane untuk membawa The Three Lions meraih kejayaan.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengaku kagum dengan insting mencetak gol yang dimiliki kapten timnya tersebut.
“Bagaimana dia selalu menemukan celah untuk menembak dan mencetak gol? Itu mustahil. Semua ruang tertutup, tetapi dia tetap menemukan jalannya,” ujar Tuchel.
Kane saat ini merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Inggris dengan 78 gol dari 112 pertandingan.
Ia juga memegang rekor sebagai kapten Inggris dengan jumlah gol terbanyak serta pencetak gol terbanyak Inggris di turnamen-turnamen besar.
Betapa pentingnya peran Kane bagi tim terlihat ketika ia absen dalam dua pertandingan internasional terakhir Inggris pada Maret lalu akibat cedera.
Tanpa sang kapten, Inggris hanya mampu mencetak satu gol saat bermain imbang 1-1 melawan Uruguay dan kalah 0-1 dari Jepang.
Di Piala Dunia 2026, Kane diperkirakan akan mendapat dukungan dari pemain-pemain seperti Bukayo Saka, Noni Madueke, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford di lini depan.
Dengan performa terbaik dalam kariernya dan pengalaman yang semakin matang, Harry Kane kini memikul harapan besar publik Inggris untuk membawa pulang trofi Piala Dunia yang telah lama dinantikan.











