PRESSCORNER.ID – LA PAZ. Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, pada Senin (25/5) mengumumkan pemotongan gajinya sebesar 50% di tengah meningkatnya krisis politik dan sosial yang melanda negara tersebut.
Berbicara dalam sebuah upacara resmi di kota Sucre, Paz juga menyampaikan bahwa para menteri kabinetnya akan turut memangkas gaji mereka hingga separuh.
“Kami ingin menunjukkan ‘komitmen kami terhadap negara’,” ujar Paz dalam pidatonya.
Langkah pemangkasan gaji tersebut dilakukan saat Bolivia memasuki pekan keempat gejolak politik dan sosial yang terus memburuk. Demonstrasi dan aksi protes di berbagai wilayah telah memicu gangguan rantai pasok, terutama di kota La Paz dan El Alto.
Krisis tersebut menyebabkan kelangkaan bahan pangan, bahan bakar, dan obat-obatan yang semakin parah. Kondisi itu mulai berdampak pada aktivitas pasar, layanan rumah sakit, hingga operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).











