PRESSCORNER.ID – Harga emas naik pada perdagangan Selasa (12/5/2026) seiring pelaku pasar mencermati rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping serta perkembangan konflik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, harga spot emas tercatat naik 0,5% menjadi US$ 4.757,59 per ons troi pada pukul 00.50 GMT.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 0,8% menjadi US$ 4.768,20 per ons troi.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik setelah Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on life support”.
Pernyataan tersebut muncul setelah respons Iran terhadap proposal damai AS dinilai belum menunjukkan titik temu atas sejumlah isu utama konflik.
Pasar juga menyoroti kunjungan dua hari Trump ke China pekan ini. Dalam pertemuan dengan Xi Jinping, kedua pemimpin dijadwalkan membahas berbagai isu strategis, termasuk konflik Timur Tengah.
Di sisi lain, harga minyak mentah turut menguat pada perdagangan Asia setelah negosiasi penghentian perang antara AS dan Iran dinilai masih rapuh, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Investor kini menantikan rilis data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan terbit pada Selasa waktu setempat.
Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed ke depan.
Selain emas, harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga spot perak naik 0,2% menjadi US$ 86,27 per ons troi.
Sedangkan platinum turun 0,2% menjadi US$ 2.127 per ons troi dan palladium melemah 0,2% menjadi US$ 1.506,34 per ons troi.
Sementara itu, Freeport-McMoRan menyatakan tambang tembaga dan emas Grasberg di Indonesia diperkirakan tetap dapat kembali beroperasi penuh pada akhir 2027.
Perusahaan juga menepis laporan yang menyebut pemulihan produksi tambang tersebut berpotensi molor hingga 2028.











