BeritaInternasional

Penerbangan India Terancam, Calon CEO Air India Hadapi Krisis Ini

Avatar photo
4
×

Penerbangan India Terancam, Calon CEO Air India Hadapi Krisis Ini

Sebarkan artikel ini
Penerbangan India Terancam, Calon CEO Air India Hadapi Krisis Ini


PRESSCORNER.ID – NEW DELHI. Proses pencarian Chief Executive Officer (CEO) baru Air India memasuki babak akhir. Dua nama yang kini disebut menjadi kandidat terkuat adalah eksekutif Singapore Airlines Vinod Kannan dan Chief Commercial Officer Air India Nipun Aggarwal.

Mengutip Reuters (3/5), sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut dewan direksi Tata Sons selaku pemegang saham mayoritas Air India tengah membahas kedua kandidat tersebut. Meski demikian, keputusan final belum diambil dan masih terbuka kemungkinan muncul nama lain.

Pergantian pucuk pimpinan ini menjadi langkah penting bagi Air India yang sedang menjalani restrukturisasi besar sejak diambil alih Tata Sons dari pemerintah India pada 2022. Maskapai terbesar kedua di India itu masih dibayangi kerugian, tekanan regulator, serta gangguan operasional akibat tensi geopolitik kawasan.

Konflik di Timur Tengah, khususnya perang Iran, mendorong kenaikan biaya operasional penerbangan. Di saat yang sama, larangan Pakistan terhadap maskapai India melintasi wilayah udaranya sejak April 2025 turut menambah beban rute dan efisiensi operasional.

Situasi tersebut membuat penunjukan CEO baru dinilai strategis, bukan hanya bagi Air India, tetapi juga bagi industri penerbangan India yang tengah berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan perjalanan domestik dan internasional.

Vinod Kannan dinilai memahami sinergi Air India dan Singapore Airlines. Saat ini ia menjabat Senior Vice President Sales and Marketing Singapore Airlines, serta pernah menjadi CEO Vistara, maskapai patungan Tata Sons dan Singapore Airlines yang kini telah dilebur ke Air India.

Sementara Nipun Aggarwal dianggap sebagai figur internal yang memahami agenda transformasi perusahaan. Ia bergabung ke Air India pada Januari 2022 dan disebut berperan dalam perombakan bisnis sejumlah entitas Tata Group. Sebelumnya, Aggarwal juga memiliki pengalaman di sektor investment banking bersama Bank of America Merrill Lynch.

Singapore Airlines sendiri memegang sekitar 25% saham Air India, sementara sisanya dimiliki Tata Sons. Struktur kepemilikan ini membuat keputusan pemilihan CEO baru turut menjadi sorotan pelaku pasar, terutama terkait arah strategi kemitraan dan ekspansi Air India ke depan.

Bagi investor, pergantian manajemen di Air India akan menjadi indikator penting keberhasilan transformasi maskapai nasional India tersebut di tengah tekanan biaya dan kompetisi industri penerbangan global.