BeritaInternasional

Aktivitas Pabrik China Melaju Kencang, PMI Tertinggi Sejak Akhir 2020

Avatar photo
2
×

Aktivitas Pabrik China Melaju Kencang, PMI Tertinggi Sejak Akhir 2020

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Pabrik China Melaju Kencang, PMI Tertinggi Sejak Akhir 2020


PRESSCORNER.ID – Aktivitas manufaktur China mencatat ekspansi tercepat sejak akhir 2020 pada April 2026, didorong oleh lonjakan produksi dan pesanan baru, berdasarkan survei sektor swasta.

Melansir Reuters Kamis (30/4/2026), Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur China versi RatingDog yang disusun oleh S&P Global naik menjadi 52,2 pada April dari 50,8 pada Maret.

Angka ini melampaui ekspektasi analis sebesar 51,0. Level di atas 50 menandakan ekspansi.

Pendiri RatingDog Yao Yu mengatakan, data tersebut menegaskan bahwa ekonomi China berada dalam fase pemulihan, yang didorong oleh pertumbuhan pesanan dan ekspektasi bisnis yang membaik.

Produksi dan Pesanan Melonjak

Survei menunjukkan produksi meningkat pada laju tercepat sejak Juni 2024, ditopang oleh permintaan yang lebih kuat, efisiensi operasional, dan peluncuran produk baru.

Ekspansi terjadi secara luas, dengan sektor barang konsumsi mencatat pertumbuhan paling kuat.

Pesanan baru melonjak signifikan, sementara pesanan ekspor meningkat selama empat bulan berturut-turut, menjadi periode ekspansi terpanjang sejak paruh pertama 2024.

Tekanan Biaya Masih Tinggi

Meski kinerja produksi membaik, tekanan biaya tetap menjadi tantangan. Lonjakan harga energi dan bahan baku meningkatkan biaya produksi, bahkan mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Produsen merespons dengan menaikkan harga jual pada laju tercepat sejak Oktober 2021.

Namun, tidak semua perusahaan mampu meneruskan kenaikan biaya ke konsumen, sehingga margin tetap tertekan.

Pemulihan Belum Menyentuh Tenaga Kerja

Peningkatan aktivitas produksi belum sepenuhnya diikuti oleh penyerapan tenaga kerja.

Perusahaan cenderung berhati-hati dalam menambah karyawan, meskipun pesanan tertunda terus meningkat selama tiga bulan berturut-turut.

Secara keseluruhan, pelaku industri menunjukkan optimisme yang lebih tinggi terhadap prospek bisnis ke depan dibandingkan bulan sebelumnya.

Ekonomi China tumbuh 5,0% pada kuartal I-2026, berada di batas atas target tahunan pemerintah sebesar 4,5%–5,0%.

Ketahanan ini didukung oleh cadangan energi yang besar serta bauran energi yang beragam di tengah konflik Timur Tengah.

Meski demikian, analis memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter besar-besaran belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Bank sentral China kemungkinan masih mengandalkan langkah stimulus yang lebih moderat.