Internasional

China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta, Rivalitas dengan AS Memanas

Avatar photo
6
×

China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta, Rivalitas dengan AS Memanas

Sebarkan artikel ini
China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta, Rivalitas dengan AS Memanas


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Pemerintah China melalui otoritas perencana negaranya resmi memblokir akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) asal China, Manus, oleh raksasa teknologi Amerika Serikat Meta Platforms. Langkah ini mencerminkan semakin intensnya persaingan teknologi antara Beijing dan Washington, khususnya di sektor industri masa depan.

Keputusan tersebut diambil oleh National Development and Reform Commission (NDRC), yang memerintahkan pembatalan transaksi. Otoritas China menilai akuisisi ini berpotensi mengalihkan talenta dan kekayaan intelektual strategis ke pihak asing, terutama di tengah pembatasan teknologi yang diberlakukan oleh AS.

Seperti diketahui, pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump telah menerapkan kontrol ekspor untuk membatasi akses China terhadap chip canggih, sebagai bagian dari strategi menahan laju perkembangan teknologi AI negara tersebut.

Akuisisi Senilai US$2 Miliar Gagal

Meta, perusahaan berbasis di California yang juga memiliki platform Facebook, sebelumnya mengakuisisi Manus pada Desember lalu dengan nilai lebih dari US$2 miliar. Akuisisi ini bertujuan memperkuat kemampuan Meta dalam pengembangan AI agent—teknologi yang mampu menjalankan tugas kompleks dengan intervensi manusia minimal.

Namun, pada Maret, CEO Manus Xiao Hong dan kepala ilmuwan Ji Yichao dilaporkan dicegah meninggalkan China saat regulator melakukan peninjauan terhadap transaksi tersebut.

Manus sebelumnya sempat disebut sebagai “DeepSeek berikutnya” oleh media pemerintah China setelah meluncurkan teknologi yang diklaim sebagai AI agent umum pertama di dunia.

Dampak ke Hubungan AS–China

Langkah pemblokiran ini berpotensi menjadi isu sensitif dalam agenda pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei di Beijing.

Keputusan ini juga mempertegas posisi China dalam melindungi sektor strategisnya dari akuisisi asing, terutama di bidang AI yang kini dianggap setara pentingnya dengan semikonduktor dalam persaingan global.

AI Jadi Medan Baru Perebutan Kekuatan

Analis menilai intervensi Beijing menunjukkan bahwa kecerdasan buatan kini menjadi pusat kompetisi geopolitik antara dua ekonomi terbesar dunia. Jika sebelumnya fokus pembatasan ada pada semikonduktor, kini regulasi mulai meluas ke sektor AI.

Selain itu, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa relokasi perusahaan ke luar negeri—seperti yang dilakukan Manus dengan memindahkan kantor pusat ke Singapura—tidak menjamin terhindar dari pengawasan regulator China.