Bisnis

Menkeu Purbaya Optimistis Tanpa Reformasi Besar, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6%

Avatar photo
10
×

Menkeu Purbaya Optimistis Tanpa Reformasi Besar, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6%

Sebarkan artikel ini
Menkeu Purbaya Optimistis Tanpa Reformasi Besar, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6%


PRESSCORNER.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai perekonomian Indonesia memiliki kapasitas untuk tumbuh hingga 6% meski tanpa dorongan reformasi struktural yang besar. 

Hal ini didukung oleh peran sektor swasta dan pemerintah yang dinilai sudah cukup kuat sebagai motor pertumbuhan awal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhisadewa mengatakan dengan kondisi ekonomi saat ini yang relatif stabil, pertumbuhan dapat terus dijaga bahkan ditingkatkan secara bertahap.

Ia menyebut, selama faktor-faktor utama seperti konsumsi domestik dan belanja pemerintah tetap terjaga, ekonomi nasional memiliki fondasi yang solid.

“Dengan keadaan yang sama, tanpa reformasi industri yang berlebihan, kita bisa tumbuh 6% dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja,” ujar Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4).

Purbaya juga menyoroti bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada kuartal sebelumnya, ekonomi tercatat tumbuh 5,39%, sementara pada awal tahun ini diperkirakan bisa menembus di atas 5,5%.

“Triwulan pertama mungkin akan tumbuh 5,5% ke atas. Pertumbuhan kedua juga seperti itu,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tetap akan melanjutkan reformasi di berbagai sektor, termasuk perpajakan dan kepabeanan, guna mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi ke depan.

Reformasi tersebut, kata dia, telah menunjukkan hasil awal dengan peningkatan penerimaan pajak yang signifikan.

Lebih lanjut, Purbaya menyebut bahwa potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berhenti di angka 6%.

Dengan transformasi struktur ekonomi secara bertahap, target pertumbuhan hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan dinilai semakin realistis.

“Nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah melihat tuh, angka 8% sudah nyundul-nyundul ke atas. Artinya prospek pasar saham kita juga akan naik,” pungkas Purbaya.