Internasional

AS Masih Jadi Tempat Favorit Investasi, Tapi Daya Tarik Asia Pasifik Kian Naik

Avatar photo
5
×

AS Masih Jadi Tempat Favorit Investasi, Tapi Daya Tarik Asia Pasifik Kian Naik

Sebarkan artikel ini
AS Masih Jadi Tempat Favorit Investasi, Tapi Daya Tarik Asia Pasifik Kian Naik


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Minat investor asing menanamkan investasi langsung di kawasan Asia Pasifik semakin besar. Ini terlihat dari FDI Confidence Index 2026 dari Kearney, yang dipublikasikan Jumat (24/4/2026).

Pada tahun ini, sepuluh negara dari kawasan Asia Pasifik masuk dalam FDI Confidence Index. Ini menjadikan Asia Pasifik sebagai kawasan dengan representasi tertinggi dibandingkan dengan wilayah lain.

Posisi Asia Pasifik sebagai tujuan investasi masih kuat kendati sentimen investor tengah dipengaruhi ketidakpastian global akibat volatilitas geopolitik, perluasan kebijakan industri, serta meningkatnya persaingan teknologi.

Di sisi lain, arus masuk FDI ke pasar ASEAN mencapai rekor sebesar US$ 225 miliar pada tahun 2024. “Arus modal terus mengalir, namun perusahaan kini semakin selektif dalam menentukan tujuan investasi, seiring pertimbangan soal kapabilitas teknologi, risiko geopolitik, serta semakin besarnya pengaruh kebijakan industri,” ujar Erik R. Peterson, Partner dan Managing Director di Kearney Global Business Policy Council, dalam keterangan resmi.

Tapi, menurut indeks tersebut, Amerika Serikat (AS) masih menempati peringkat pertama sebagai negara yang paling atraktif untuk investasi langsung. Dengan demikian, AS telah menempati posisi pertama selama 14 tahun berturut-turut.

Kendati begitu, skor keseluruhan AS telah turun ke level terendah sejak 2022. Di indeks terbaru, AS mencatat skor indeks 2,2431. Optimisme terkait prospek AS juga telah menurun.

Toh, tetap saja AS menjadi pasar yang paling menarik bagi investor. Dari total responden, ada 43% investor yang menilai AS menarik karena tingkat inovasi teknologi yang tinggi. Selain itu ada 37% investor yang menilai kinerja ekonomi AS positif.

AS memimpin dunia dalam investasi AI swasta, dengan menarik investasi AI sebesar US$ 470,9 miliar sejak 2013, menurut Indeks AI 2025 Universitas Stanford. Lebih lanjut, AS telah menunjukkan ketahanan ekonomi sepanjang tahun lalu.

Di posisi berikutnya ada Kanada, Jepang, dan China. Sementara Singapura berada di posisi ke-8 secara global.

Dalam peringkat pasar berkembang tahun ini, Thailand berhasil meningkatkan posisinya dari peringkat ke-10 menjadi peringkat ke-6. Sementara Malaysia naik dari peringkat ke-11 ke posisi ke-7. Di sisi lain, Indonesia berada di peringkat ke-13, turun satu posisi dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor-faktor pendorong daya tarik FDI di negara-negara Asia Tenggara antara lain adalah peningkatan kemudahan berusaha, kualitas tenaga kerja, serta kinerja ekonomi. Thailand, misalnya, dikenal memiliki tenaga kerja terampil di sektor manufaktur seperti otomotif, pengolahan makanan, dan industri jasa.

Sementara tenaga kerja di Malaysia lebih terkonsentrasi pada industri bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor, teknologi, dan jasa. Adapun daya tarik utama Indonesia bagi FDI didukung oleh besarnya permintaan domestik serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah.