PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mengungkapkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) yang ambisius dengan memberikan porsi besar kepada investor ritel. Langkah ini dinilai berpotensi mengubah lanskap IPO global dan mencetak rekor sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.
Dalam pertemuan dengan sindikasi bank pada awal pekan, Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, menyatakan bahwa investor ritel akan menjadi bagian penting dari IPO tersebut. Ia menegaskan bahwa partisipasi ritel akan lebih besar dibandingkan IPO manapun sebelumnya.
“Retail is going to be a critical part of this and a bigger part than any IPO in history,” ujar Johnsen dalam pertemuan tersebut.
Target Dana Jumbo dan Valuasi Fantastis
SpaceX dilaporkan menargetkan penghimpunan dana hingga US$75 miliar dalam IPO ini, dengan valuasi perusahaan yang bisa mencapai US$1,75 triliun. Angka tersebut jauh melampaui valuasi sebelumnya yang berada di kisaran US$1,25 triliun setelah merger dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI pada Februari lalu.
Sebelumnya, dalam penawaran tender saham terakhir pada Desember 2025, valuasi SpaceX tercatat sekitar US$800 miliar, sebelum bergabung dengan xAI.
Strategi Utamakan Investor Ritel
Dalam rencana IPO ini, SpaceX disebut ingin mengalokasikan hingga 30% saham untuk investor ritel, jauh lebih tinggi dibandingkan praktik umum yang hanya berkisar 5% hingga 10%.
Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan investor individu terhadap perusahaan dan Elon Musk selama bertahun-tahun.
Selain itu, SpaceX juga berencana menggelar acara besar bagi sekitar 1.500 investor ritel pada 11 Juni, setelah peluncuran roadshow IPO yang dijadwalkan dimulai pada pekan 8 Juni.
Roadshow Global dan Partisipasi Internasional
IPO ini tidak hanya menyasar investor di Amerika Serikat, tetapi juga membuka peluang bagi investor ritel dari berbagai negara, termasuk Inggris, Uni Eropa, Australia, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan.
Sebanyak 125 analis dari 21 bank yang terlibat dalam penjaminan emisi akan bertemu dengan manajemen SpaceX sebelum roadshow dimulai.
Beberapa bank besar yang memimpin proses IPO ini antara lain Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase, dan Goldman Sachs, bersama 16 bank lainnya yang berperan dalam distribusi global.
Ubah Peta IPO Global
Dengan skala dan struktur yang tidak biasa, IPO SpaceX berpotensi menulis ulang “buku aturan” (playbook) dalam penawaran saham perdana. Permintaan dari investor ritel diperkirakan akan sangat besar, bahkan disebut belum pernah terjadi sebelumnya oleh salah satu penjamin emisi utama.
Prospektus IPO SpaceX dijadwalkan akan dipublikasikan pada akhir Mei, sementara detail final terkait struktur dan alokasi saham akan ditentukan mendekati peluncuran IPO.
Jika terealisasi sesuai rencana, IPO SpaceX tidak hanya menjadi yang terbesar dalam sejarah, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam membuka akses lebih luas bagi investor ritel di pasar modal global.












