Presscorner.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026), dan menegaskan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus disajikan dalam kondisi hangat serta aman dikonsumsi.
“Bagaimana caranya penyajiannya hangat,” ujar Presiden saat melihat proses pemorsian makanan. Permintaan tersebut langsung disanggupi pengelola dapur.
Presiden prabowo tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, kepala BPOM Prof dr Taruna Ikrar. Ia kemudian berkeliling fasilitas dapur dengan mengenakan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan, dan pelindung sepatu. Dalam kunjungan tersebut Presiden didampingi Kapolri, Kepala BPOM, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta Menko Pangan.
SPPG Polri Palmerah berdiri di atas lahan 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi dan dilengkapi fasilitas pengolahan pangan modern mulai dari sistem pemurnian air, pencucian ompreng menggunakan pemanas air, pengering elektrik, sterilisasi ultraviolet hingga pengelolaan limbah dapur. Seluruh operasional telah mengantongi delapan sertifikat termasuk higienitas, kompetensi tenaga dan sertifikasi halal. Menu yang diproduksi saat kunjungan adalah Selat Solo.
Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan intervensi kesehatan publik berskala nasional sehingga standar keamanan pangannya harus setara industri makanan.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan anak Indonesia mengonsumsi pangan aman, bebas cemaran, dan bernilai gizi optimal. Setiap dapur MBG harus menerapkan prinsip keamanan pangan dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Menurutnya pengawasan pangan MBG dilakukan berlapis bersama lintas sektor mulai dari bahan baku, proses produksi hingga distribusi agar tidak terjadi kontaminasi kimia maupun mikrobiologi.
Sebelum didistribusikan makanan diuji oleh Dokkes Polri dengan parameter nitrit, formalin, sianida dan arsenik. Jika ditemukan zat berbahaya maka makanan wajib diganti dan tidak boleh disalurkan.
Dalam kesempatan yang sama Presiden meresmikan 1.179 SPPG Polri serta 18 gudang ketahanan pangan sebagai bagian penguatan Program Makan Bergizi Gratis nasional.
Presiden menegaskan program ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan tetapi juga kualitas konsumsi anak Indonesia. “Anak-anak harus makan makanan yang sehat, aman, dan layak,” tegasnya.











