Presscorner.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Program Kerja Sosialisasi Pengolahan Hasil Tani dalam meningkatkan Nilai Jual & Strategi Pemasaran Produk. Program kerja ini dilaksanakan di Posko KKN-Tematik Inovasi Daerah 15 Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (17/01).
Kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga (IRT) dan kelompok tani.
Penanggung jawab program, St. Faradiba Munawarah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya program studi Pariwisata, dan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi petani Desa Bonto Lojong yang rata-rata masih memasarkan hasil pertaniannya dalam bentuk mentah sehingga nilai jualnya relatif rendah. Oleh karena itu, pengolahan kentang menjadi keripik kentang dianggap sebagai solusi tepat untuk meningkatkan nilai ekonomis sekaligus memberdayakan UMKM Desa Bonto Lojong. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan, Saharuddin, S.IP., M.Si., yang turut memberikan arahan agar kegiatan berjalan sesuai tujuan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan perwakilan Ibu Desa Bonto Lojong, Ibu Kartini, yang hadir memberikan dukungan penuh untuk program ini. Setelah itu, dilanjutkan dengan memaparkan materi mengenai konsep branding dan strategi pemasaran produk. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta, sehingga mereka dapat mengerti pentingnya membangun identitas produk serta bagaimana cara mempromosikannya agar lebih menarik minat konsumen.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan latihan pengolahan kentang menjadi keripik kentang. Beberapa peserta diajak langsung untuk mecoba praktik pengolahan, mulai dari pengirisan bahan, penggorengan, hingga pengemasan. Suasana menjadi lebih interaktif karena peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi.
Sambil mel akukan pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk mencicipi hasil olahan keripik kentang. Antusiasme terlihat jelas, banyak peserta yang memberikan respon positif terhadap cita rasa produk. Mereka menilai keripik kentang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk yang bernilai ekonomis dan bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan atas kolaborasi antara mahasiswa KKN Unhas dan masyarakat Desa Bonto Lojong.
Melalui kegiatan ini, hasil pertanian diharapkan dapat diolah oleh masyarakat Desa Bonto Lojong menjadi produk bernilai jual tinggi. Sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, kesejahteraan masyarakat dapat semakin ditingkatkan secara berkelanjutan seiring dengan berkembangnya UMKM desa.