Dari Kampus ke Pengambil Kebijakan: Disertasi Andi Widya untuk Sepakbola Nasional


MEIDIATA.ID – Harapan akan wajah baru tata kelola sepakbola Indonesia kian menemukan pijakan. Dari ruang akademik, sebuah karya ilmiah lahir dan kini melangkah ke pusat pengambilan kebijakan.

Disertasi doktoral karya Andi Widya Warsa Syadzwina resmi diserahkan kepada dua pemangku kepentingan utama sepakbola nasional, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dan i-League (Liga Indonesia).

Penyerahan disertasi ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol hadirnya gagasan ilmiah untuk menjawab persoalan nyata sepakbola nasional—khususnya dalam hal manajemen komunikasi di era digital, aspek yang kian menentukan kepercayaan publik dan keberlanjutan industri olahraga.

Di Kemenpora RI, karya ilmiah tersebut diterima langsung oleh Dr. Yayan Rubaeni di Perpustakaan Pungkas Tri Baruno, Jakarta. Momen ini menegaskan pentingnya riset akademik sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan olahraga nasional yang lebih terukur, transparan, dan berbasis data.

Sementara itu, di kantor i-League, disertasi Andi Widya disambut oleh General Manager Competition and Operation Ronny Suhatril bersama Director of Operation Asep Saputra. Penyerahan ini dinilai strategis karena rekomendasi dalam disertasi tersebut dinilai relevan dan aplikatif untuk mendukung pengelolaan kompetisi sepakbola profesional di Indonesia.

Dalam penelitiannya, Andi Widya menyoroti peran krusial manajemen komunikasi dalam industri sepakbola modern. Tantangan transparansi, derasnya arus opini publik, hingga tuntutan respons cepat di ruang digital menjadi fokus utama yang dikaji secara mendalam dan komprehensif.

Andi Widya menegaskan bahwa komunikasi dalam sepakbola saat ini bukan lagi sekadar penyampai informasi. Lebih dari itu, komunikasi telah menjelma menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan, menjaga reputasi, serta menciptakan hubungan sehat antara pengelola, klub, pemain, dan publik.

“Sepakbola berkembang sangat cepat. Kita tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Pengalaman dan pembelajaran dari berbagai negara yang dikaji dalam disertasi ini diharapkan dapat memotivasi pengelolaan sepakbola Indonesia agar lebih maju dan profesional,” ujar Wina.

Nama Andi Widya Warsa Syadzwina bukan sosok asing di dunia olahraga nasional. Ia pernah menjabat Manajer Tim PSM Makassar pada ajang AFC Cup, serta dikenal sebagai Juru Bicara MULIA (Munafri–Aliyah). Kini, kiprahnya tak hanya kuat di lapangan dan ruang publik, tetapi juga di dunia akademik.

Wina resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin setelah menjalani sidang promosi terbuka di Sekolah Pascasarjana Unhas, Makassar, pada 30 Oktober 2025. Disertasinya berjudul “Komunikasi dan Olahraga: Studi Manajemen Komunikasi Liga Sepakbola Indonesia di Era Digital.”

Karya ilmiah ini dinilai memberi kontribusi penting bagi pengembangan kajian komunikasi olahraga di Indonesia, sekaligus menjadi pijakan menuju tata kelola liga sepakbola nasional yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap dinamika industri olahraga global. (*)

Anda Juga Mungkin Menyukai