Presscorner.id – Tim SAR gabungan mengungkapkan proses pencarian intensif terhadap korban tenggelam hingga berhasil ditemukan. Selain itu identitas korban juga diketahui. Disebutkan jika korban bernama Ridho Alganiu (5) yang dilaporkan tenggelam di kawasan pemecah ombak Barombong, Kabupaten Gowa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menjelaskan, korban ditemukan pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 09.41 WITA. Korban diketahui adalah anak dari pasangan Udin (34) dan Subaidah (33), berdomisili di Pattingalloang, Makassar.
“Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu 18 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 WITA. Kalaitu korban bersama keluarganya tengah beraktivitas di pesisir pantai Barombong. Ketika korban berdiri di dekat batu pemecah ombak tetiba datang ombak besar menggulung korban saat itulah korban dikabarkan tenggelam,” jelas Fadli Tahar.
Pihaknya mendapatkan kabar tersebut dengan sigap mengerahkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, Damkarmat, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian dengan menyisir pantai Barombong.
“Kita sempat hentikan pencarian demi keselamatan personel akibat cuaca buruk sebut saja angin kencang menimbulkan gulungan obak cukup besar sekitar 2 meter pada hari pertama. Kemudian di operasi dilanjutkan di hari kedua dipimpin oleh Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Makassar, Ricky Karumpa. BPBD Kota Makassar mengerahkan 20 personel, didukung 1 unit kapal rescue, 1 unit perahu karet, 1 unit mobil rescue, serta 1 unit ambulans,” jelasnya lagi.
Penyisiran dilakukan sejak pagi hari sambungnya.Itu di sekitar lokasi kejadian dan jalur hanyut korban. Hingga akhirnya, sekitar pukul 09.41 WITA, korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi terbujur kaku.
Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan. BPBD Kota Makassar saat itu menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian sejak hari pertama.
BPBD juga kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di sekitar pemecah ombak yang memiliki risiko tinggi, terlebih saat kondisi cuaca buruk, sebaiknya juga mengikuti informasi oleh BMKG. (Yusril)