Presscorner.id — Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, meninjau langsung proses kultur jaringan benih kentang di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Hortikultura dan Perkebunan Bantaeng, Jalan Poros Loka, Desa Marannu, Kecamatan Uluere, Selasa (Januari 2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam kunjungan itu, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin didampingi dosen Fakultas Kehutanan Unhas, Putri Nurdin.
Uji Nurdin menyampaikan optimisme bahwa Kabupaten Bantaeng siap kembali menjadi salah satu daerah penghasil benih kentang unggulan di Sulawesi Selatan. Dengan adanya pengembangan benih berbasis teknologi, petani diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.
“Salah satu keluhan petani selama ini adalah kesulitan mendapatkan bibit, sehingga harus membeli dari luar daerah, bahkan dari Pulau Jawa. Alhamdulillah, saat ini kita sudah mulai memproduksi benih kentang sendiri, dan ke depan akan didistribusikan kepada petani,” ujar Uji Nurdin.
Ia juga mengapresiasi peran tim pendamping dari Fakultas Pertanian Unhas yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan benih berkualitas di Bantaeng.
“Kerja sama Pemkab Bantaeng dengan Fakultas Pertanian Unhas ini sangat membantu petani. Insyaallah, target kita menjadikan Bantaeng sebagai daerah penghasil benih unggul berbasis teknologi dapat terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unhas, Prof. Tuti Kuswinanti, menjelaskan bahwa terdapat lima komoditas yang saat ini dikembangkan melalui kerja sama tersebut, yakni kakao, jagung, padi, bawang merah, dan kentang.
“Dengan ketersediaan benih berkualitas di Bantaeng, kami optimistis hal ini akan meningkatkan perekonomian petani sekaligus memperkuat citra Bantaeng sebagai salah satu produsen benih unggulan di Indonesia,” pungkasnya.