Kementerian ESDM Raih Peringkat Ketiga Anugerah Media Humas Kategori Siaran Pers


Kementerian ESDM Raih Peringkat Ketiga Anugerah Media Humas Kategori Siaran Pers

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil meraih Penghargaan Anugerah Media Humas (AMH) 2025, menempati posisi Terbaik III pada kategori Siaran Pers (media online). Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Fifi Aleyda Yahya kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik (KLIK) Kementerian ESDM Hariyanto di Jakarta pada Rabu (12/11).

Hariyanto menyatakan penghargaan ini sebagai pengakuan atas kerja sama dan komitmen seluruh jajaran Kementerian ESDM dalam menyajikan informasi publik yang cepat, akurat, dan bertanggung jawab. “Capaian ini sekaligus mempertegas upaya kami untuk terus memperkuat tata kelola yang transparan, inovatif, dan berintegritas demi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Hariyanto, keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pegawai untuk terus berbenah dan berinovasi agar kinerja ke depan lebih optimal dan berdampak luas bagi masyarakat. “Apresiasi di ajang AMH merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh tim. Ke depan, kami berharap penghargaan tersebut menjadi pendorong bagi Tim Komunikasi Kementerian ESDM untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Komdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa AMH merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh kementeriannya untuk mengapresiasi lembaga kehumasan, baik di kementerian/lembaga, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah. Pada 2025, ajang AMH ini diikuti oleh 190 instansi.

Meutya menyoroti peran humas sebagai penentu kepercayaan publik dan memberi apresiasi atas kolaborasi serta kreativitas insan humas di seluruh Indonesia. “AMH 2025 menjadi momen refleksi dan pengakuan atas kerja keras insan humas di seluruh Indonesia. Humas adalah navigator kepercayaan publik, dan karena itu saya ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan humas pemerintah di seluruh Indonesia yang dengan sangat kolaboratif dengan kreativitas yang luar biasa tinggi telah mengkomunikasikan kerja-kerja dari pemerintah sebagai bentuk laporan dan akuntabilitas kepada rakyat,” terang Meutya.

Ia menambahkan bahwa tantangan humas kini bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi membangun narasi yang substansial, kontekstual, dan berdampak. “Tantangan terbesar humas bukan lagi menyebarkan informasi, tapi bagaimana membangun narasi yang substansial, kontekstual dan juga impactfull atau menggerakkan, karena itu Asta Cita yang disarankan oleh bapak presiden tentu sangat membutuhkan dukungan penuh dari fungsi kehumasan yang kita masing-masing jalani,” tambahnya.

Dalam ajang AMH terdapat enam kategori yang dilombakan dalam AMH 2025. Kategori tersebut yaitu siaran pers, media sosial, media internal, kampanye komunikasi publik, website, dan audio visual. Adapaun peserta dalam ajang bergengsi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu kementerian/lembaga dan BUMN/BUMD, Perguruan Tinggi, serta pemerintah daerah.

Pada kategori Siaran Pers (media online) AMH 2025, peringkat pertama diraih BMKG, posisi kedua Kementerian Pertanian, dan Kementerian ESDM menempati posisi ketiga. Penjurian pada kategori ini didasarkan pada beberapa kriteria ketat, seperti kecepatan rilis, akurasi data, kejelasan informasi, kelengkapan unsur 5W+1H, serta dampak dan jangkauan pemberitaan di media massa. (SF)

Sumber : Esdm.go.id

Anda Juga Mungkin Menyukai