BeritaBisnis

Jauh dari Target Prabowo, Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 4,9%

Avatar photo
3
×

Jauh dari Target Prabowo, Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 4,9%

Sebarkan artikel ini
Jauh dari Target Prabowo, Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 4,9%


PRESSCORNER.ID-JAKARTA. Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah masih jauh dari target pemerintah sebesar 8%. 

Lembaga pemeringkat internasional tersebut memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,9% pada 2027 dan 2028.

Dalam laporan bertajuk Indonesia’s Medium-Term Growth to Remain Below Government Target yang dirilis pada Rabu (21/10/2026), Fitch menaikkan estimasi pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia menjadi 4,9%, dari sebelumnya 4,7%.

Meski naik, proyeksi tersebut masih terpaut 3,1 poin persentase dari target pertumbuhan ekonomi jangka menengah pemerintah sebesar 8%.

“Fitch telah menaikkan estimasi pertumbuhan PDB tren menjadi 4,9% dari sebelumnya 4,7%. Namun, angka ini masih jauh di bawah target jangka menengah pemerintah sebesar 8%,” dikutip dari laporan tersebut, Rabu (21/10/2026). 

Fitch menilai, dampak reformasi struktural terhadap produktivitas dan pendalaman modal masih relatif terbatas dalam meningkatkan kapasitas pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan reformasi yang lebih signifikan serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Sementara itu, kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah kenaikan harga energi global. 

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,4% secara tahunan (yoy) pada semester I-2026, meningkat dari pertumbuhan sepanjang 2025 sebesar 5,1%.

Namun, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat pada semester II-2026. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2% pada 2026.

Perlambatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh berkurangnya dukungan fiskal setelah pemerintah melakukan percepatan belanja pada semester I-2026. Selain itu, ekspor neto diperkirakan turut mengurangi pertumbuhan ekonomi.

Fitch memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil di level 4,9% pada 2027 dan 2028, sejalan dengan estimasi pertumbuhan potensial terbaru.

Selain tantangan struktural, Fitch menyoroti risiko ketidakpastian kebijakan, disiplin fiskal, dan tata kelola pasar modal yang dapat memengaruhi prospek ekonomi Indonesia.

Pada Maret 2026, Fitch telah merevisi prospek peringkat utang (outlook) Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. 

Keputusan tersebut mencerminkan risiko meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta melemahnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan di tengah semakin terpusatnya kewenangan pengambilan keputusan.

Tekanan terhadap rupiah dan penyangga eksternal Indonesia juga meningkat sepanjang tahun ini. 

Fitch mencatat, respons kebijakan untuk mendukung rupiah serta penunjukan gubernur baru bank sentral membantu meredakan tekanan tersebut.

Di sisi lain, rancangan anggaran pemerintah untuk 2027 dinilai menunjukkan kesinambungan kebijakan dan mengurangi risiko peningkatan belanja pemerintah yang lebih tinggi.

Meski demikian, Fitch mengingatkan bahwa sentimen investor yang masih rapuh serta intervensi valuta asing yang berkelanjutan dapat semakin membebani penyangga eksternal Indonesia.