BeritaBisnis

Blackout di Batam, Kadin Soroti Dampaknya Terhadap Kepastian Investasi dan Industri

Avatar photo
1
×

Blackout di Batam, Kadin Soroti Dampaknya Terhadap Kepastian Investasi dan Industri

Sebarkan artikel ini
Blackout di Batam, Kadin Soroti Dampaknya Terhadap Kepastian Investasi dan Industri


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan gangguan kelistrikan di wilayah pusat bisnis dan industri Batam berpotensi mengganggu daya saing ekonomi hingga keputusan investasi.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Erwin Aksa mengungkapkan, keandalan pasokan listrik kini bukan sekadar persoalan pelayanan publik semata. Menurutnya, kepastian aliran listrik telah menjadi faktor yang sangat menentukan keberlanjutan operasional industri strategis serta daya saing daya pikat investasi di dalam negeri.

“Batam merupakan kawasan industri strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok internasional, khususnya Singapura dan pasar ekspor lainnya. Karena itu, gangguan pasokan listrik di kawasan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius,” ujarnya kepada PRESSCORNER.ID, Selasa (13/10/2026).

Erwin menjelaskan, dampak pemadaman listrik sangat signifikan terutama bagi sektor manufaktur yang menjalankan proses produksi secara berkesinambungan. 

Menurutnya, ketika pasokan listrik terhenti mendadak, mesin produksi berisiko rusak, bahan baku berpotensi mengalami kerusakan, hingga memicu keterlambatan jadwal pengiriman barang.

“Bagi industri yang berorientasi ekspor, gangguan tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan pengiriman, penalti kontrak, serta menurunkan kepercayaan pembeli internasional,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pelaku usaha juga harus menanggung biaya operasional tambahan untuk bahan bakar genset pemulihan.

Terkait langkah perbaikan ke depan, Erwin meminta penyedia listrik untuk menjalankan mekanisme kompensasi tagihan yang adil serta memperkuat Service Level Agreement (SLA). 

Menurutnya, ini penting dilakukan guna memberikan kepastian serta perlindungan bagi kawasan industri yang berkontribusi besar terhadap perekonomian.

“Prinsip kami, jangan sampai industri harus menanggung biaya ekonomi yang besar akibat gangguan infrastruktur dasar yang berada di luar kendali mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, PT PLN Batam memastikan bakal memberikan pemenuhan kompensasi berupa pemotongan tagihan listrik kepada pelanggan terdampak akibat insiden pemadaman listrik secara meluas (blackout) yang melanda Kota Batam.

“Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan,” ujar Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono melalui keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).

Rudi menjelaskan, skema pemberian ganti rugi atau kompensasi tersebut nantinya akan dihitung berdasarkan standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) maupun Service Level Agreement (SLA). 

Ketentuan besaran potongan nilai kompensasi ini akan disesuaikan secara proporsional berdasarkan kategori serta jenis layanan pelanggan yang terdaftar pada sistem jaringan PLN Batam.

“Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10% dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017,” terangnya.

Sementara itu, untuk sektor pelanggan layanan keandalan khusus, skema kompensasi akan diberikan sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai ketentuan perjanjian. 

“Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan,” imbuhnya.