PRESSCORNER.ID – Persaingan Liga Voli Korea musim 2026–2027 semakin menarik dengan kehadiran sejumlah pemain asing baru dan perubahan komposisi tim.
Melansir laman Naver Sabtu (10/10/2026), Megawati Hangestri Pertiwi menjadi salah satu sorotan setelah kembali berkompetisi di Korea Selatan dengan seragam klub berbeda.
Megawati kini memperkuat Hyundai Engineering & Construction (Hyundai E&C), setelah sebelumnya membela Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks selama dua musim, mulai 2023–2024.
Penampilannya bersama Red Sparks membuat pemain asal Indonesia itu mendapat perhatian luas dari penggemar voli Korea Selatan.
Pada musim 2024–2025, Megawati mencatatkan 802 poin dan menempati peringkat ketiga pencetak poin terbanyak.
Ia juga membukukan tingkat keberhasilan serangan sebesar 48,06%, tertinggi di liga, serta membantu Red Sparks mencapai final kejuaraan.
Kali ini, Megawati menghadapi tantangan baru bersama Hyundai E&C. Klub tersebut tengah menata ulang permainan setelah kehilangan pemain senior Yang Hyo-jin yang pensiun.
Hyundai E&C berencana mengembangkan pola serangan yang lebih aktif melalui kedua sisi lapangan, dengan Megawati menjadi salah satu tumpuan.
Setelah absen satu musim dari kompetisi V-League, Megawati perlu memulihkan ketajamannya agar bisa kembali tampil maksimal.
Ia mengungkapkan sempat mengalami masalah cedera sebelum kembali menjalani latihan.
“Saya sempat mengalami sedikit rasa sakit akibat cedera, tetapi sudah kembali berlatih sejak tiga minggu lalu dan sedang memulihkan kondisi fisik,” ujar Megawati.
Ia menambahkan bahwa dirinya berlatih seperti saat membela Jung Kwan Jang dan berusaha tampil lebih baik.
Megawati berhadapan dengan mantan rekan setim
Salah satu duel yang menarik perhatian adalah pertemuan Megawati dengan Bukiric, yang kini membela Jung Kwan Jang. Keduanya pernah menjadi andalan klub tersebut pada musim 2024–2025.
Meski sama-sama berposisi sebagai opposite spiker, Bukiric berhasil beradaptasi sebagai outside hitter. Perubahan posisi itu membuat keduanya mampu membangun kombinasi serangan yang kuat ketika masih bermain bersama.
Kini, setelah sama-sama meninggalkan V-League selama satu musim, keduanya kembali sebagai lawan. Bukiric mengaku mengenal gaya permainan Megawati dan ingin menghentikan serangan mantan rekan setimnya tersebut.
“Saya mengenal Mega dengan baik, jadi saya ingin memblokir serangannya. Karena Mega juga mengenal saya dengan baik, saya rasa pertandingan ini akan menarik,” ujar Bukiric.
Persaingan pemain Asia di sektor putra
Di sektor putra, persaingan pemain asing juga semakin ketat. Ketujuh klub V-League merekrut pemain baru melalui kuota pemain Asia, sehingga musim ini akan diwarnai banyak wajah baru.
Dua pemain yang menjadi sorotan adalah Usman dari KEPCO dan Wang Bin dari Samsung Fire & Marine Insurance.
Keduanya sebelumnya membela negara masing-masing, Pakistan dan China, pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Usman mencetak 14 poin saat Pakistan mengalahkan China dalam perebutan medali perunggu. Sementara itu, Wang Bin menyumbang 10 poin, tetapi belum mampu membawa China meraih kemenangan.
Keduanya kini kembali berhadapan di kompetisi klub Korea Selatan. Sama-sama berposisi sebagai outside hitter, mereka dituntut berkontribusi dalam serangan sekaligus menjaga kualitas penerimaan bola atau receive.
Tantangannya adalah membuktikan kemampuan di panggung internasional dapat diterjemahkan menjadi performa konsisten di V-League.
Usman berupaya mempertahankan momentum setelah meraih medali perunggu bersama Pakistan, sedangkan Wang Bin berpeluang membalas kekalahan tersebut bersama klubnya.
Persaingan para pemain asing ini menjadi salah satu daya tarik Liga Voli Korea musim 2026–2027, baik di sektor putri melalui kembalinya Megawati maupun di sektor putra lewat hadirnya pemain-pemain baru dari Asia.











