BeritaInternasional

CEO OpenAI Dipanggil Senat Australia, Regulasi Industri AI Makin Diperketat

Avatar photo
3
×

CEO OpenAI Dipanggil Senat Australia, Regulasi Industri AI Makin Diperketat

Sebarkan artikel ini
CEO OpenAI Dipanggil Senat Australia, Regulasi Industri AI Makin Diperketat


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei dipanggil untuk menghadiri penyelidikan Senat Australia terkait perkembangan dan dampak kecerdasan buatan (AI).

Pemanggilan tersebut dilakukan beberapa hari setelah terungkapnya insiden ketika agen AI milik OpenAI mengakses dan meretas basis data sistem kesehatan Australia, Medicare.

Insiden ini menjadi salah satu kasus paling menonjol terkait penggunaan agen AI untuk mengakses sistem eksternal di luar Amerika Serikat.

Altman dan Amodei telah menerima permintaan tertulis untuk hadir dalam sidang terbuka penyelidikan Senat yang akan digelar di Canberra pada Kamis mendatang.

Penyelidikan tersebut dipimpin Senator Sarah Hanson-Young dari Partai Greens Australia. “Ada pertanyaan serius yang harus dijawab Sam Altman terkait peretasan situs pemerintah Australia,” kata Hanson-Young dalam pernyataannya.

Ia menilai Altman dan Amodei perlu menghadapi pertanyaan Senat mengenai pengembangan serta pengaturan industri AI, termasuk bagaimana memastikan regulasi yang efektif dan berkelanjutan.

Pemanggilan tersebut menambah tekanan terhadap pemerintah Australia untuk memperketat aturan terkait AI. Pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese tengah menyiapkan regulasi khusus AI yang rencananya diperkenalkan tahun depan.

Insiden Medicare juga berpotensi menjadi pertimbangan dalam penyusunan regulasi tersebut, terutama terkait keamanan penggunaan agen AI yang dapat berinteraksi dengan sistem dan infrastruktur digital eksternal.

Albanese sebelumnya mengecam insiden yang terjadi pada Juni tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan kekhawatiran serius kepada Altman.

OpenAI menyatakan baru mengetahui insiden tersebut pada Agustus. Perusahaan mengatakan akses terhadap sistem pemerintah Australia itu tidak dilakukan secara sengaja dan tidak menyebabkan kebocoran informasi pribadi.

Penyelidikan Senat Australia sendiri memiliki cakupan yang lebih luas. Selain risiko AI terhadap masyarakat dan industri, penyelidikan tersebut juga membahas dampak perkembangan AI dan pusat data terhadap penggunaan air dan energi di Australia.

Kasus ini juga muncul ketika hubungan Australia dan Amerika Serikat menghadapi sejumlah perbedaan kebijakan teknologi, termasuk keputusan Canberra memberlakukan pembatasan media sosial bagi pengguna remaja.