PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Departemen Transportasi AS akan menetapkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan yang jauh lebih rendah hingga tahun 2031, membatalkan upaya pemerintahan Biden yang sebelumnya mendorong produsen mobil untuk memproduksi lebih banyak kendaraan listrik.
Mengutip Reuters, Minggu (27/9/2026), Presiden Donald Trump mengatakan ia telah menyetujui standar efisiensi bahan bakar baru untuk mobil dan truk, yang menurutnya akan menurunkan harga kendaraan baru.
“Kemenangan besar bagi pekerja otomotif Amerika akan terjadi pada hari Senin,” kata Menteri Transportasi Sean Duffy.
Menurut perkiraan Departemen Transportasi, standar baru ini akan menurunkan harga kendaraan baru namun meningkatkan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon dioksida selama beberapa dekade.
Langkah Trump ini diambil di tengah kondisi pengemudi Amerika yang harus menghadapi lonjakan harga bahan bakar sejak dimulainya konflik AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari.
Di bawah pemerintahan Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pemerintah berupaya mendorong produsen mobil untuk memproduksi lebih banyak kendaraan listrik guna memenuhi standar efisiensi bahan bakar yang semakin ketat.
Biden menaikkan standar efisiensi bahan bakar yang diwajibkan untuk mobil sebesar 8% per tahun untuk model tahun 2024 dan 2025, 10% untuk tahun 2026, dan 2% per tahun dari tahun 2027 hingga 2031.
Pada bulan Desember, pemerintahan Trump mengusulkan revisi penurunan standar efisiensi bahan bakar untuk model tahun 2022 secara retrospektif, kemudian menaikkannya antara 0,25% hingga 0,5% per tahun hingga tahun 2031.
Departemen Transportasi mengusulkan rata-rata armada sebesar 34,5 mil per galon (14,7 km per liter) pada tahun 2031, turun dari angka 50,4 mil per galon (21,4 km per liter) yang ditetapkan di bawah pemerintahan Biden.
Departemen tersebut memperkirakan usulannya akan memangkas biaya rata-rata kendaraan baru sebesar US$ 930 per unit.
Namun, langkah tersebut akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 100 miliar galon hingga tahun 2050, menambah pengeluaran bahan bakar sebesar US$ 185 miliar, serta meningkatkan emisi karbon dioksida sekitar 5%, menurut departemen tersebut.
Langkah Trump ini akan mempermudah produsen otomotif untuk menjual kendaraan yang kurang efisien kepada konsumen.
“Menurunkan standar akan mempercepat apa yang telah dilakukan (Trump): menyerahkan masa depan teknologi bersih kepada China dan memaksa warga Amerika membayar lebih mahal untuk bahan bakar,” ujar Pete Buttigieg, yang memimpin Departemen Transportasi di bawah pemerintahan Biden.
Biden berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan penggunaan bahan bakar fosil di AS, mempercepat transisi menuju energi bersih, serta menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam teknologi dan manufaktur energi bersih.











