Olahraga

Workshop KONI Makassar Soroti Pembinaan Atlet dan Penguatan SDM, Dr. Fahrizal Paparkan Strategi Berkelanjutan

Avatar photo
1
×

Workshop KONI Makassar Soroti Pembinaan Atlet dan Penguatan SDM, Dr. Fahrizal Paparkan Strategi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Workshop KONI Makassar Soroti Pembinaan Atlet dan Penguatan SDM, Dr. Fahrizal Paparkan Strategi Berkelanjutan


Presscorner.id — Penguatan sistem pembinaan atlet dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian dalam Workshop KONI Makassar yang berlangsung di Baruga Agar Jaya, Makassar, Jumat (25/9/2026).

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Fahrizal, M.Pd, menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia memaparkan pentingnya pembinaan inti dan penguatan SDM sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang terarah dan berkelanjutan.

Menurut Dr. Fahrizal, pencapaian prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Prestasi membutuhkan proses pembinaan yang konsisten, terencana, serta didukung evaluasi dan pendampingan yang berkesinambungan.

“Pembinaan olahraga harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Prestasi tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan perencanaan, pendampingan, evaluasi, dan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Dr. Fahrizal dalam pemaparannya.

Pembinaan Atlet Harus Berjenjang

Dr. Fahrizal menjelaskan, pembinaan inti perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengembangan prestasi olahraga.

Pembinaan tersebut mencakup pengembangan atlet secara berjenjang, pemetaan dan pengembangan potensi, peningkatan kemampuan teknis, hingga pembentukan mental dan karakter atlet.

Pendekatan tersebut diperlukan agar proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi prestasi dalam jangka panjang.

Karena itu, program pembinaan perlu memiliki arah dan target yang jelas sejak tahap pengembangan atlet hingga menuju level prestasi.

Kualitas SDM Jadi Bagian Penting Ekosistem Olahraga

Selain atlet, kualitas SDM yang terlibat dalam pembinaan juga menjadi perhatian.

Pelatih, pengurus organisasi olahraga, tenaga pendukung, serta pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan olahraga memiliki peran masing-masing dalam menjalankan program pembinaan.

Dr. Fahrizal mendorong peningkatan kompetensi SDM dilakukan secara berkelanjutan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga membuat pelaku olahraga perlu terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan.

Penguatan SDM, menurutnya, tidak hanya menyangkut kemampuan teknis kepelatihan, tetapi juga pengelolaan organisasi dan program olahraga.

Program Pembinaan Perlu Memiliki Indikator

Dalam pemaparannya, Dr. Fahrizal juga menekankan pentingnya program yang memiliki target serta indikator yang dapat diukur.

Dengan indikator yang jelas, pelaksanaan program dapat dievaluasi secara berkala. Hasil evaluasi kemudian dapat digunakan untuk menentukan apakah program perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dikembangkan.

Pendekatan evaluatif tersebut menjadi penting agar pembinaan olahraga tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memiliki ukuran keberhasilan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

KONI Makassar Perlu Memperkuat Kolaborasi

Workshop tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pembinaan olahraga yang terintegrasi.

Pembinaan atlet tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan kualitas pelatih, manajemen organisasi, pengembangan SDM, sistem evaluasi, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi antara KONI Makassar, cabang olahraga, pelatih, atlet, akademisi, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Bagi Makassar, penguatan sistem tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi atlet dan meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di daerah.

Dr. Fahrizal menegaskan bahwa pembangunan olahraga membutuhkan komitmen bersama dan proses yang berkesinambungan. Pembinaan yang terarah dan SDM yang kompeten menjadi dua unsur penting untuk mengembangkan potensi atlet secara optimal.

Dengan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, program olahraga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi keberlanjutan prestasi olahraga Makassar dan Sulawesi Selatan.