PRESSCORNER.ID – Iran tidak akan menyerah dalam perang melawan Amerika Serikat, namun meyakini diplomasi sebagai upaya mengakhiri konflik, demikian disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan tahunan para pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (23/9).
Delegasi Amerika Serikat meninggalkan ruangan saat pidato Pezeshkian baru saja dimulai. Perwakilan AS untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Selat Hormuz telah menjadi titik fokus ketegangan antara Iran dan AS.
“Tidak bisa dibiarkan jika semua pihak memperoleh manfaat dari Selat Hormuz sementara kami justru tidak diberi akses pelayaran melalui jalur air ini. Pengerahan armada yang bermusuhan secara permanen serta perluasan cakupan perang tidak akan membawa perdamaian,” ujar Pezeshkian.
Pezeshkian menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara, sehari setelah Presiden AS Donald Trump berbicara.
Dalam pidatonya hari Selasa, Trump memaparkan argumen mengenai perang yang dilancarkannya terhadap Iran. Ia mengklaim telah mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir dan memperingatkan bahwa ia dapat memusnahkan Republik Islam tersebut jika tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri konflik.











