PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Aktivitas bisnis Amerika Serikat (AS) melaju semakin kencang pada September 2026. Pertumbuhan sektor swasta AS mencapai laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, tetapi penguatan aktivitas tersebut dibarengi lonjakan biaya input dan gangguan rantai pasok yang semakin parah.
S&P Global mengumumkan, Rabu (23/9/2026), PMI Komposit awal AS periode September berada di level 58,4. Realisasi tersebut naik dari level 56,0 pada Agustus. Angka tersebut menunjukkan ekspansi aktivitas bisnis tercepat sejak Juli 2021 sekaligus menjadi bulan keempat berturut-turut di mana pertumbuhan mengalami akselerasi.
Penguatan terutama didorong sektor jasa. Aktivitas bisnis jasa mencatat kenaikan paling tajam dalam lebih dari lima tahun. PMI sektor jasa AS di September mencapai level 58,7, naik dari 56,5 di Agustus.
Pada saat yang sama, pertumbuhan output manufaktur kembali menguat dan mencapai laju tercepat sejak April 2022. PMI manufaktur AS meningkat dari 53,9 pada Agustus menjadi 57,0 pada September berdasarkan data awal.
Kelima komponen PMI manufaktur turut memberikan dorongan. Pertumbuhan tenaga kerja manufaktur mencapai level tertinggi sejak Februari 2021, sementara persediaan meningkat dengan laju yang lebih cepat. Di sisi lain, waktu pengiriman pemasok memanjang pada tingkat terbesar sejak Juli 2022.
Chief Business Economist S&P Global Market Intelligence Chris Williamson mengatakan data terbaru menunjukkan lonjakan aktivitas bisnis yang sangat kuat. “Perbandingan historis menunjukkan data survei terbaru mengindikasikan pertumbuhan sekitar 5% secara tahunan, dengan pertumbuhan 4% kini terindikasi untuk kuartal III secara keseluruhan,” kata Williamson, dalam rilis pers, Rabu (23/9/2026).
Permintaan terutama ditopang pasar domestik. Volume ekspor barang masih menurun, sedangkan ekspor jasa hanya meningkat secara moderat.
Penguatan permintaan turut meningkatkan tekanan terhadap kapasitas perusahaan. Backlog pekerjaan yang belum diselesaikan meningkat pada September dengan laju tercepat sejak Mei 2022. Akumulasi pekerjaan tersebut terjadi baik di sektor manufaktur maupun jasa.
Kondisi itu mendorong perusahaan meningkatkan perekrutan. Lapangan kerja meningkat pada September dengan laju tercepat sejak Juni 2022 dan termasuk yang paling tinggi sejak data pembanding tersedia pada 2009.
Kenaikan tenaga kerja terjadi baik di sektor jasa maupun manufaktur. Perekrutan di sektor jasa mencapai laju tercepat sejak Juni 2022, sedangkan jumlah pekerja manufaktur meningkat pada tingkat tertinggi sejak Februari 2021.
Namun, peningkatan permintaan dan perekrutan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan pada kapasitas produksi. Gangguan rantai pasok semakin intensif, dengan waktu pengiriman pemasok kembali memanjang secara signifikan pada September.
“Pertumbuhan ini, bagaimanapun, disertai beberapa hambatan rantai pasok paling parah dalam hampir dua dekade sejarah survei jika periode pandemi dikecualikan, sementara perusahaan juga melaporkan semakin sulit menemukan tenaga kerja yang sesuai,” ujar Williamson.
Di sisi lain, tekanan harga juga semakin kuat pada September. Biaya input rata-rata sektor barang dan jasa melonjak, dengan tingkat inflasi biaya input mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022.
Kenaikan biaya terutama dikaitkan dengan peningkatan biaya bahan bakar dan transportasi. “Biaya bahan bakar dan transportasi melonjak akibat kenaikan harga minyak selama bulan tersebut, yang akan menambah tekanan terhadap harga jual dan inflasi dalam beberapa bulan mendatang,” kata Williamson.
Perusahaan juga melaporkan tekanan upah yang meningkat. Di manufaktur, tingginya harga bahan baku juga kerap dikaitkan dengan kelangkaan pasokan.
Inflasi biaya input sektor jasa juga mencapai level tertinggi sejak November 2022. Sementara itu, tekanan biaya manufaktur masih berada di bawah puncak yang tercatat pada awal tahun ketika perang di Timur Tengah mulai berlangsung.
Kenaikan biaya tersebut turut mendorong harga jual. Inflasi harga jual meningkat pada September, meski kenaikannya masih tertahan oleh persaingan di sejumlah sektor, terutama jasa. Secara keseluruhan, kenaikan harga jual pada September lebih tinggi dibandingkan Agustus, tetapi masih di bawah laju yang tercatat pada Maret hingga Juli.











