Olahraga

PSM Makassar Punya Waktu Jeda, 3 Hal yang Perlu Dibenahi Sebelum Lawan PSS

Avatar photo
3
×

PSM Makassar Punya Waktu Jeda, 3 Hal yang Perlu Dibenahi Sebelum Lawan PSS

Sebarkan artikel ini
PSM Makassar Punya Waktu Jeda, 3 Hal yang Perlu Dibenahi Sebelum Lawan PSS


Presscorner.id — PSM Makassar memiliki waktu untuk melakukan evaluasi setelah melewati tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027 tanpa kemenangan. Jeda kompetisi menjadi kesempatan bagi tim untuk membenahi sejumlah aspek sebelum kembali bertanding menghadapi PSS Sleman pada 11 Oktober 2026.

Dalam tiga laga awal, PSM mencatat satu kekalahan dan dua hasil imbang. Juku Eja kalah 1-3 dari Persib Bandung, kemudian bermain 3-3 melawan Arema FC dan 2-2 menghadapi Persita. Data jadwal dan hasil resmi I.League mencatat rangkaian tersebut.

Dari tiga pertandingan itu, PSM mencetak 6 gol dan kebobolan 8 gol. Angka tersebut menunjukkan produktivitas lini depan sudah menghasilkan gol, tetapi pertahanan masih menjadi bagian yang perlu dievaluasi.

1. Menjaga Konsistensi Pertahanan

Pertandingan melawan Arema menjadi contoh paling jelas. PSM sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui dua gol Luka Cumic, termasuk gol penyama pada masa tambahan waktu.

Pada laga berikutnya melawan Persita, PSM kembali kebobolan dua gol meski akhirnya mampu menyamakan kedudukan.

Melawan Persita, PSM sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola, yakni 59 persen, dan melepaskan 17 tembakan. Namun hanya empat yang tepat sasaran. Persita mencatat tujuh tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa penguasaan bola dan jumlah percobaan belum otomatis menghasilkan kontrol pertandingan.

2. Memaksimalkan Produktivitas Lini Depan

PSM memiliki sisi positif dari dua pertandingan terakhir.

Saat menghadapi Arema, PSM mencetak tiga gol setelah sebelumnya tertinggal. Luka Cumic mencetak dua gol, sementara Stefan Jevtoski juga masuk daftar pencetak gol.

Ketika menghadapi Persita, Ananda Raehan mencetak gol pada menit ke-72 sebelum Stefan Jevtoski menyamakan kedudukan pada menit ke-83.

Artinya, PSM mampu merespons ketika berada dalam situasi tertinggal. Tantangannya adalah bagaimana produktivitas tersebut bisa muncul sejak awal pertandingan dan tidak selalu bergantung pada situasi mengejar skor.

3. Memanfaatkan Jeda untuk Membangun Keseimbangan

Jeda kompetisi memberikan waktu bagi tim untuk melakukan evaluasi sebelum pertandingan berikutnya.

Menurut jadwal resmi I.League, PSM baru kembali bermain pada 11 Oktober 2026 dengan menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. Setelah itu, PSM dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada 16 Oktober dan Persebaya Surabaya pada 22 Oktober.

Rentang waktu tersebut membuat evaluasi tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga keseimbangan antarlini.

PSM sudah menunjukkan kemampuan mencetak gol dan bangkit dari ketertinggalan. Namun, delapan gol yang bersarang dalam tiga pertandingan menjadi catatan yang tidak bisa dilepaskan dari evaluasi tim.

PSM Belum Menang, tetapi Ada Modal untuk Dievaluasi

Tiga pertandingan awal memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi PSM.

Juku Eja telah mencetak enam gol, tetapi juga kebobolan delapan gol. Dua pertandingan terakhir bahkan menghasilkan total 12 gol, dengan PSM bermain imbang 3-3 melawan Arema dan 2-2 melawan Persita.

Karena itu, jeda kompetisi menjadi periode penting untuk memperbaiki konsistensi permainan.

Laga melawan PSS Sleman pada Oktober mendatang akan menjadi kesempatan berikutnya bagi PSM untuk melihat hasil dari proses evaluasi tersebut.

Untuk saat ini, tiga catatan utama PSM adalah menjaga pertahanan, mempertahankan produktivitas lini depan, dan menemukan keseimbangan permainan agar keunggulan atau momentum yang sudah dibangun tidak kembali hilang. (*)