BeritaInternasional

UEFA Tolak Permintaan Irlandia soal Israel, Laga Nations League Tetap Berlangsung

Avatar photo
5
×

UEFA Tolak Permintaan Irlandia soal Israel, Laga Nations League Tetap Berlangsung

Sebarkan artikel ini
UEFA Tolak Permintaan Irlandia soal Israel, Laga Nations League Tetap Berlangsung


PRESSCORNER.ID – Asosiasi Sepak bola Irlandia atau Football Association of Ireland (FAI) mengungkap permintaannya kepada UEFA agar Republik Irlandia dan Israel dipisahkan dalam undian kompetisi sepak bola telah ditolak.

UEFA menyatakan, kedua negara tidak memenuhi kriteria untuk dipisahkan karena tidak pernah terlibat konflik langsung.

Kepala Eksekutif FAI David Courell mengatakan permintaan tersebut telah diajukan setelah Irlandia dan Israel kembali dipertemukan dalam UEFA Nations League 2026/27.

Kedua tim dijadwalkan bertemu dua kali dalam periode internasional kali ini. Pertandingan pertama berlangsung di Nagyerdei Stadion, Debrecen, Hungaria, pada 27 September 2026.

Pertemuan kedua yang berstatus laga kandang Irlandia akan berlangsung di TSC Arena, Backa Topola, Serbia, pada 4 Oktober 2026.

UEFA telah mencatat kedua pertandingan tersebut dalam jadwal Nations League 2026/27.

UEFA Tolak Permintaan FAI

Menurut Courell, FAI mengajukan permintaan agar Irlandia tidak dipasangkan dengan Israel dalam kompetisi mendatang dengan mempertimbangkan situasi politik dan respons publik di Irlandia.

UEFA memiliki mekanisme untuk memisahkan sejumlah negara tertentu dalam undian kompetisi. Di antara pasangan yang selama ini dipisahkan adalah Spanyol dan Gibraltar, Armenia dan Azerbaijan, serta Ukraina dan Rusia.

Namun, permintaan FAI tidak diterima UEFA.

“Jawaban yang saya dapatkan sangat jelas: hal itu tidak mungkin karena Irlandia dan Israel tidak pernah terlibat konflik langsung. Jadi, jawaban itu saya terima sebagaimana adanya,” kata Courell seperti dikutip The Irish Times.

Courell menjelaskan bahwa FAI mengajukan permintaan tersebut setelah Irlandia dan Israel dipertemukan dalam undian Nations League.

Ia juga menyinggung mekanisme serupa yang diterapkan UEFA terhadap negara-negara yang memiliki persoalan terkait pengakuan terhadap kedaulatan atau kemerdekaan.

Salah satu contohnya adalah Kosovo yang dipisahkan dari Serbia, Rusia, dan Bosnia-Herzegovina dalam pengundian kompetisi tertentu.

Mengutip Reuters, UEFA menyatakan keputusan pemisahan pasangan negara dinilai berdasarkan kasus per kasus, terutama dengan mempertimbangkan risiko keamanan. UEFA juga menegaskan bahwa permintaan tersebut tidak didasarkan semata-mata pada sentimen publik.

FAI Antisipasi Potensi Protes

FAI sebelumnya menghadapi seruan agar pertandingan melawan Israel tidak dimainkan. Namun, dalam rapat luar biasa pada Juli 2026, anggota General Assembly FAI memberikan dukungan terhadap keputusan untuk tetap memenuhi kewajiban pertandingan.

Sebanyak 75 delegasi memilih melanjutkan pertandingan, 32 menolak, sementara tiga lainnya abstain.

Courell mengatakan FAI memahami kuatnya sentimen publik terkait pertandingan tersebut. Namun, ia menilai federasi tetap harus menjalankan kewajibannya kepada UEFA.

“Saya tidak berada di sini untuk menyangkal kuatnya sentimen yang ada. Kita semua bisa merasakannya dan memahami hal tersebut,” ujar Courell kepada RTE Sport.

Ia juga menegaskan bahwa FAI telah menyampaikan sikapnya kepada UEFA dan FIFA terkait keikutsertaan Israel dalam sepak bola internasional.

“Kami berharap tidak berada dalam posisi ini. Kami secara terbuka dan resmi telah menyerukan agar Israel dikeluarkan dari sepak bola internasional,” kata Courell.

Menurutnya, FAI ingin mendorong perubahan melalui institusi sepak bola internasional, bukan melalui aksi boikot individual.