BeritaInternasional

Harga Emas Turun, Fokus Investor Tertuju Pada Timur Tengah dan Prospek Suku Bunga

Avatar photo
5
×

Harga Emas Turun, Fokus Investor Tertuju Pada Timur Tengah dan Prospek Suku Bunga

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Turun, Fokus Investor Tertuju Pada Timur Tengah dan Prospek Suku Bunga


PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. Harga emas turun pada Senin (21/9/2026) saat pelaku pasar mencermati perkembangan di Timur Tengah serta dampaknya terhadap inflasi dan suku bunga.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.362,60 per ons pada pukul 04.17 GMT setelah sempat mencapai level tertinggi dalam satu minggu pada hari Jumat. Kontrak berjangka emas AS turun 0,6% menjadi US$ 4.400,20.

Iran dan Amerika Serikat saling melontarkan ancaman baru; Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan mengalami kegagalan ekonomi atau menghadapi kehancuran kepemimpinannya jika tidak mencapai kesepakatan, sementara militer Iran menyatakan akan membalas dengan keras setiap serangan baru.

“Fokus tetap tertuju pada geopolitik, minyak, dan reaksi imbal hasil obligasi. Agar emas dapat mencatat kenaikan yang signifikan, kemungkinan diperlukan penurunan yang jelas pada harga minyak dan/atau imbal hasil obligasi,” ujar Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

“Emas mungkin akan diperdagangkan dalam kisaran US$ 4.200 hingga US$ 4.580 dalam waktu dekat.”

Harga minyak turun di tengah harapan bahwa diplomasi terkait konflik Iran akan mendapat peluang minggu ini, serta karena investor memantau pemulihan parsial pengiriman minyak dari Arab Saudi meskipun serangan oleh kelompok Houthi Yaman masih terus berlangsung.

Prospek siklus pengetatan suku bunga global yang baru kini menjadi sorotan, seiring langkah sejumlah bank sentral utama dunia menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa langkah lebih lanjut mungkin diperlukan untuk meredam inflasi yang dipicu oleh konflik Iran.

Bank of Japan menjadi bank sentral besar terbaru yang melakukan pengetatan kebijakan pada hari Jumat, menyusul kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada awal minggu tersebut dan Bank Sentral Eropa pada minggu sebelumnya.

Meskipun emas sering dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung menekan permintaan emas karena membuat aset yang menghasilkan bunga menjadi lebih menarik. Dalam sebuah catatan, para analis Standard Chartered menyatakan bahwa harga emas masih fluktuatif namun terus mendapat dukungan kuat untuk menahan penurunan berkat permintaan dari sektor resmi. 
Mereka menyebutkan bahwa faktor-faktor pendorong struktural yang dapat menaikkan harga masih ada, meskipun lajunya lebih lambat.