Olahraga

Analisis Persijap vs Persib 1-2: Bagaimana Maung Bandung Bangkit dan Membalikkan Laga

Avatar photo
2
×

Analisis Persijap vs Persib 1-2: Bagaimana Maung Bandung Bangkit dan Membalikkan Laga

Sebarkan artikel ini
Analisis Persijap vs Persib 1-2: Bagaimana Maung Bandung Bangkit dan Membalikkan Laga


Presscorner.id – Persib Bandung menunjukkan respons kuat setelah tertinggal lebih dulu dari Persijap Jepara. Dalam pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (20/9/2026), Persib bangkit dari ketertinggalan 0-1 untuk menang 2-1.

Persijap unggul melalui penalti Pirulo pada menit ke-13 setelah Ikhwan Tanamal melakukan handball di kotak penalti. Persib kemudian menyamakan kedudukan lewat Thom Haye menit ke-21, sebelum Uilliam Barros mencetak gol kemenangan pada menit ke-55.

Yang menarik bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana Persib mengubah respons permainan setelah kebobolan.

1. Penalti membuat Persib harus mengubah pendekatan

Persijap sebenarnya memberikan ancaman sejak awal. Setelah penalti Pirulo mengubah skor menjadi 1-0, Persib tidak menunggu terlalu lama untuk meningkatkan tekanan.

Thom Haye menjadi salah satu pemain yang paling aktif memberikan ancaman. Pada menit ke-18, misalnya, tendangan keras Haye bahkan mengenai mistar gawang Persijap. Tiga menit kemudian, ia akhirnya mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan.

Artinya, respons Persib bukan sekadar menaikkan jumlah pemain di depan, tetapi juga mempercepat sirkulasi serangan dan mencari ruang di sekitar kotak penalti Persijap.

Gol Haye memperlihatkan pola tersebut. Umpan dari sisi lapangan dikirim ke area penalti dan Haye datang untuk menyelesaikannya dengan sundulan.

2. Igor Tolic melakukan perubahan sejak jeda

Salah satu keputusan taktis penting datang pada awal babak kedua.

Igor Tolic mengganti Beckham Putra dengan Balsa Sekulic. Pergantian ini dilakukan ketika skor masih 1-1. Sejumlah laporan pertandingan menyebut perubahan tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketajaman Persib.

Ini menarik karena Persib sebelumnya sudah memainkan Uilliam Barros sebagai penyerang. Dengan memasukkan Sekulic, Tolic memiliki opsi tambahan untuk memperkuat kehadiran Persib di area depan.

Secara taktis, perubahan tersebut dapat dibaca sebagai upaya menambah ancaman langsung di lini depan, bukan sekadar mempertahankan hasil imbang.

3. Persib kemudian memanfaatkan kesalahan build-up Persijap

Momen penentu pertandingan terjadi pada menit ke-54/55.

Persijap mencoba memainkan bola dari lini belakang. Najeeb Yakubu melakukan operan kembali ke arah kiper Raka Surya, tetapi bola tidak dikuasai dengan baik.

Uilliam Barros membaca situasi tersebut, merebut bola dan langsung menyelesaikannya menjadi gol.

Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persib.

Ini bukan sekadar gol karena kesalahan lawan. Dari sudut pandang taktik, kejadian tersebut menunjukkan bahwa tekanan Persib membuat lini belakang Persijap tidak sepenuhnya nyaman ketika membangun serangan dari bawah.

Persib mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut karena Barros berada dalam posisi yang memungkinkan untuk langsung menyerang setelah bola lepas.

4. Mental Persib berubah setelah gol penyama

Ada satu aspek penting dalam comeback ini: Persib tidak kehilangan momentum setelah penalti.

Jarak antara gol Pirulo dan gol Haye hanya sekitar delapan menit. Bahkan sebelum menyamakan kedudukan, Haye sudah memberikan ancaman ke gawang Persijap.

Hal ini berbeda dengan situasi ketika tim yang tertinggal justru kehilangan struktur permainan. Persib tetap mencari gol, lalu berhasil mengubah skor menjadi 1-1 sebelum babak pertama berakhir.

Dengan demikian, gol Haye dapat dianggap sebagai titik pemulihan psikologis sekaligus taktis: Persib tidak lagi mengejar ketertinggalan, tetapi kembali bermain dalam kondisi skor seimbang.

5. Tolic mempertahankan agresivitas setelah unggul

Setelah Barros membuat skor 2-1, Persib tidak sepenuhnya bermain pasif.

Tolic melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga energi dan intensitas. Balsa Sekulic sudah masuk pada awal babak kedua, kemudian Adam Alis, Luka Menalo dan Ragnar Oratmangoen juga mendapatkan kesempatan bermain.

Perubahan tersebut dapat dibaca sebagai upaya menjaga intensitas dan kesegaran pemain, terutama setelah Persijap meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama.

Persijap memang sempat mendapatkan peluang dan bahkan mencetak gol melalui Yaya Sogodogo pada menit ke-74. Namun gol tersebut dianulir karena handball. Persib kemudian mampu mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir.

6. Ada risiko ketika Persib mulai bertahan

Kemenangan ini bukan berarti Persib sepenuhnya mengontrol pertandingan setelah unggul.

Laporan pertandingan mencatat Persijap meningkatkan tekanan pada babak kedua. Setelah sejumlah pemain Persib ditarik keluar, permainan Maung Bandung juga sempat kurang stabil dan kehilangan bola sehingga memberi kesempatan kepada tuan rumah untuk menyerang.

Ini menjadi catatan penting dari kemenangan Persib.

Persib berhasil membalikkan pertandingan, tetapi fase setelah unggul 2-1 masih memberikan ruang bagi Persijap untuk mengancam.

Dengan kata lain, kekuatan comeback Persib terlihat pada respons terhadap ketertinggalan, sedangkan pekerjaan berikutnya adalah bagaimana menjaga kontrol permainan setelah berhasil mendapatkan keunggulan.

Kesimpulan: Persib Menang karena Respons, Bukan Sekadar Comeback

Ada tiga faktor utama di balik kemenangan Persib atas Persijap.

Pertama, respons cepat setelah kebobolan. Persib hanya membutuhkan delapan menit untuk menyamakan kedudukan.

Kedua, perubahan Tolic di babak kedua. Masuknya Balsa Sekulic menggantikan Beckham memberikan perubahan pada komposisi lini depan dan menambah opsi serangan.

Ketiga, tekanan terhadap build-up Persijap. Gol Barros lahir dari situasi ketika lini belakang tuan rumah gagal mengontrol bola saat mencoba membangun serangan dari belakang.

Jadi, Persijap memang mampu membuat Persib tertinggal melalui penalti, tetapi Persib berhasil mengubah pertandingan melalui respons cepat, peningkatan tekanan, perubahan pemain, dan pemanfaatan kesalahan lawan.

Kemenangan 2-1 tersebut membawa Persib mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan dan naik ke papan atas klasemen, sementara Persijap masih belum mendapatkan poin setelah tiga laga.