BeritaInternasional

Jim Ratcliffe Kembali Bikin Polemik, Suporter Muslim Man United: Dia Harus Pergi

Avatar photo
3
×

Jim Ratcliffe Kembali Bikin Polemik, Suporter Muslim Man United: Dia Harus Pergi

Sebarkan artikel ini
Jim Ratcliffe Kembali Bikin Polemik, Suporter Muslim Man United: Dia Harus Pergi


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

PRESSCORNER.ID – Polemik antara Sir Jim Ratcliffe dan komunitas suporter Manchester United, Manchester United Muslim Supporters’ Club (MUMSC), kembali mencuat.

Kali ini, MUMSC mendesak Ratcliffe meninggalkan klub setelah miliarder Inggris itu kembali menyampaikan pandangannya mengenai imigrasi dan kondisi Inggris.

Ratcliffe, yang merupakan salah satu pemilik Manchester United sekaligus pendiri perusahaan petrokimia Ineos, menyebut Inggris sedang mengalami kemunduran.

Dalam wawancara dengan BBC yang disampaikan pada Sabtu (19/9), ia mengaitkan kondisi tersebut dengan tingginya pajak dan imigrasi.

Ratcliffe mengatakan, Inggris saat ini “on the slide” atau sedang mengalami kemunduran. Ia juga menilai tidak ada pihak yang cukup tegas untuk menangani persoalan imigrasi dan penerima tunjangan.

Pernyataan terbaru tersebut kembali mendapat respons dari MUMSC. Mereka sebelumnya telah mengecam pernyataan Ratcliffe pada Februari 2026 ketika ia mengatakan Inggris telah “colonised by immigrants” atau “dijajah oleh imigran”. Ratcliffe kemudian meminta maaf atas pilihan bahasanya.

“Kami mengutuk komentar tersebut saat itu. Dia kemudian meminta maaf atas pilihan bahasanya. Kami berharap sebuah pelajaran telah dipetik. Jelas, hal itu tidak terjadi,” kata MUMSC dalam pernyataannya.

MUMSC menilai komentar terbaru Ratcliffe kembali menempatkan imigrasi dan penerima tunjangan sebagai bagian dari penjelasan mengenai persoalan Inggris.

“Kami menganggap komentar terbaru ini sangat mengecewakan dan sepenuhnya tidak dapat diterima,” ujar kelompok tersebut.

MUMSC Soroti Identitas Manchester United

Dalam pernyataannya, MUMSC juga mengaitkan polemik tersebut dengan karakter Manchester United sebagai klub yang memiliki komunitas global.

Kelompok suporter itu menegaskan bahwa pemain, staf, petugas stadion, tim keamanan, dan suporter Manchester United berasal dari berbagai negara, budaya, etnis, agama, serta latar belakang.

“Manchester United tidak akan menjadi Manchester United tanpa mereka. Keberagaman itu bukan kelemahan Manchester United. Keberagaman adalah bagian dari Manchester United,” kata MUMSC.

MUMSC kemudian menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap struktur kepemilikan Manchester United saat ini.

Kelompok tersebut juga menyerukan agar keluarga Glazer, yang menjadi pemegang saham mayoritas klub, meninggalkan Manchester United bersama Ratcliffe.

“Cukup sudah. Sudah waktunya untuk perubahan. Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe harus pergi,” tulis MUMSC.

Ratcliffe mengakuisisi 27,7% saham Manchester United pada 2024 melalui Ineos dan sejak saat itu terlibat dalam pengelolaan operasional klub.

Di bawah keterlibatannya, Manchester United melakukan restrukturisasi organisasi yang mencakup sekitar 450 pemutusan hubungan kerja, perubahan di jajaran manajemen senior, serta pergantian pelatih.