ILUSTRASI. RUSSIA-ELECTION/ (REUTERS/Vladislav Nekrasov)
PRESSCORNER.ID – MOSKOW. Pemilihan umum parlemen Rusia, yang oleh Presiden Vladimir Putin dipandang sebagai ujian dukungan terhadap perang Rusia di Ukraina, memasuki hari ketiga sekaligus hari terakhir pada Minggu (20/9/2026).
Partai berkuasa, Rusia Bersatu, diperkirakan akan mempertahankan dominasinya dalam sistem politik yang menurut para kritikus tidak menoleransi perbedaan pendapat.
Pemungutan suara untuk Duma Negara—yang pertama sejak Rusia melancarkan perang skala penuh di Ukraina pada Februari 2022—kemungkinan besar akan ditampilkan oleh Rusia sebagai bukti dukungan publik terhadap kebijakan Putin dan perang tersebut.
Konflik ini merupakan yang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II dan kini telah memasuki tahun kelima tanpa tanda-tanda akan segera berakhir.
Sebagian besar kandidat penentang perang dilarang ikut serta dalam pemilu. Mereka yang maju dari partai liberal Yabloko—partai yang dalam beberapa tahun terakhir hanya meraih dukungan satu digit namun berharap dapat memanfaatkan sentimen kelelahan akibat perang—mengaku khawatir akan kebebasan mereka.
Kekhawatiran ini muncul setelah pengadilan menjatuhkan hukuman penjara yang lama kepada dua tokoh senior partai tersebut sebelum pemungutan suara, akibat komentar mengenai konflik yang dianggap ilegal oleh pihak berwenang.
Tindakan mendiskreditkan militer Rusia atau menyebarkan apa yang dianggap pihak berwenang sebagai berita palsu dapat berujung pada hukuman penjara yang lama.
Kremlin menyatakan bahwa persatuan nasional dan sejumlah bentuk penyensoran diperlukan selama apa yang mereka sebut sebagai operasi militer khusus di Ukraina.
Mereka memandang konflik ini sebagai bagian dari perjuangan eksistensial melawan Barat yang bermusuhan, serta menyebut bahwa badan intelijen Ukraina dan musuh-musuh lainnya sedang meningkatkan upaya untuk memicu keresahan di dalam wilayah Rusia.
Pemilu Semu
Pada Jumat lalu (18/9/2026), Putin menuduh Ukraina berupaya mencampuri pemilu. Ia merujuk pada apa yang disebutnya sebagai serangan Ukraina terhadap rumah seorang pejabat pemilu di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina—yang kini dikuasai Rusia—yang menewaskan pejabat tersebut, Elena Astanina.
Reuters tidak dapat memverifikasi rincian serangan tersebut secara independen, dan belum ada tanggapan segera dari pihak Kyiv.
Pejabat pemilu Rusia juga mengatakan pada hari Sabtu, sistem pemungutan suara daring di Moskow telah mengalami serangan siber. Kyiv, yang telah menangguhkan pemilihan umum akibat pemberlakuan darurat militer, menyebut pemungutan suara di Rusia tersebut sebagai “pemilu semu”.
Terlepas dari hasil pemilu yang menurut sebagian besar ahli sudah dapat diprediksi, lembaga pemikir NEST yang berbasis di Berlin—yang didirikan bersama oleh kritikus Kremlin, Mikhail Khodorkovsky (sosok yang dicap sebagai “agen asing” oleh otoritas Rusia)—menyatakan, pemungutan suara ini masih bisa menciptakan situasi yang canggung bagi Rusia di tengah tekanan ekonomi.
“Dampak perang semakin terasa di dalam negeri, dan akumulasi kecemasan serta frustrasi dapat beralih menjadi suara bagi partai-partai oposisi sistemik yang diizinkan Kremlin untuk tetap tercantum dalam surat suara,” demikian bunyi pernyataan lembaga tersebut.
Disebutkan pula, Partai Komunis dan Partai Rakyat Baru berpotensi menarik suara yang sebenarnya diharapkan otoritas jatuh ke tangan partai penguasa, Rusia Bersatu. Kedua partai tersebut secara konsisten memberikan suara yang sejalan dengan Rusia Bersatu dalam berbagai isu utama.
Dalam pidato yang disiarkan televisi menjelang pemilu, Putin mengatakan kepada rakyatnya, pemungutan suara ini akan menegaskan dukungan bagi pasukan Rusia yang sedang bertempur di Ukraina.
“Pilihan dan tekad Anda akan kembali menunjukkan bahwa jutaan orang berdiri di belakang para prajurit kita, bahwa kita adalah bangsa yang bersatu dan terikat oleh nilai-nilai bersama, memori sejarah, serta kecintaan terhadap tanah air, dan bahwa tidak ada pihak yang akan berhasil memecah belah atau mengintimidasi kita,” ujar Putin.
Hasil awal diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 18.00 GMT pada hari Minggu, sementara hasil yang lebih lengkap akan tersedia pada hari Senin.
`).join(”);
}
function buildTabs() {
document.getElementById(‘resultTabs’).innerHTML = PERSONAS.map(p => `

 `).join(”);
 }

 function selectPersona(id) {
 document.getElementById(’statePicker’).style.display = ‘none’;
 document.getElementById(’stateResult’).style.display = ‘block’;
 renderResult(id);
 }

 function switchTab(id) { renderResult(id); }

 function renderResult(id) {
 document.querySelectorAll(’.rtab’).forEach(t => t.classList.toggle(’active’, t.dataset.p === id));
 const p = PERSONAS.find(x => x.id === id);
 const shareText = buildShareText(p);
 const waHref = ‘https://wa.me/?text=’ + encodeURIComponent(shareText);

 if (Array.isArray(RELATED) && RELATED.length > 0) {
 var related_list = `

`;
} else {
var related_list = “;
}
document.getElementById(‘resultBody’).innerHTML = `

 `;

 // PERBAIKAN: Ikat fungsi klik secara dinamis menggunakan Event Listener, 
 // bukan lewat atribut onclick HTML agar tidak bentrok dengan JSON.stringify
 document.getElementById(’copyBtn’).addEventListener(’click’, function() {
 copyShare(shareText);
 });

 const body = document.getElementById(’resultBody’);
 body.style.animation = ‘none’; void body.offsetWidth;
 body.style.animation = ‘fadeSlide .22s ease both’;
 }

 function rate(val, btn) {
 document.querySelectorAll(’.rbtn’).forEach(b => b.classList.remove(’selected’));
 btn.classList.add(’selected’);
 document.getElementById(’ratingBtns’).style.opacity = ‘.45’;
 document.getElementById(’ratingBtns’).style.pointerEvents = ‘none’;
 const msgs = { up: ‘🙠Terima kasih!’, mid: ‘📠Noted, kami akan perbaiki.’, down: ‘💬 Maaf, kami catat masukan kamu.’ };
 const t = document.getElementById(’ratingThanks’);
 t.textContent = msgs[val]; t.style.display = ‘block’;
 }

 function copyShare(text) {
 // Cek apakah browser mendukung navigator.clipboard
 if (navigator.clipboard && window.isSecureContext) {
 navigator.clipboard.writeText(text).then(() => {
 handleCopySuccess();
 }).catch(err => {
 console.error(’Gagal menyalin teks dengan Clipboard API: ‘, err);
 });
 } else {
 // Fallback: Cara alternatif untuk HTTP / Non-Secure Context
 const textArea = document.createElement(”textarea”);
 textArea.value = text;
 
 // Hindari scrolling ke bawah saat elemen dibuat
 textArea.style.top = “0”;
 textArea.style.left = “0”;
 textArea.style.position = “fixed”;
 
 document.body.appendChild(textArea);
 textArea.focus();
 textArea.select();
 
 try {
 const successful = document.execCommand(’copy’);
 if (successful) {
 handleCopySuccess();
 } else {
 alert(’Gagal menyalin teks, silakan salin manual.’);
 }
 } catch (err) {
 console.error(’Fallback gagal: ‘, err);
 }
 
 document.body.removeChild(textArea);
 }
 }

 // Fungsi pembantu untuk mengubah label tombol setelah berhasil disalin
 function handleCopySuccess() {
 const btn = document.getElementById(’copyBtn’);
 const lbl = document.getElementById(’copyLabel’);
 btn.classList.add(’copied’);
 lbl.textContent = ‘✓ Tersalin!’;
 setTimeout(() => { 
 btn.classList.remove(’copied’); 
 lbl.textContent = ‘Salin teks’; 
 }, 2500);
 }

 function goBack() {
 document.getElementById(’stateResult’).style.display = ‘none’;
 const p = document.getElementById(’statePicker’);
 p.style.display = ‘block’;
 p.style.animation = ‘none’; void p.offsetWidth;
 p.style.animation = ‘fadeSlide .22s ease both’;
 }

 buildPicker();
 buildTabs();












