Presscorner.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca untuk Rabu, 26 Agustus 2026. BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, banjir bandang, dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
Peringatan dini ini berlaku sebagai bagian dari pembaruan prakiraan cuaca 26–28 Agustus 2026. BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca terbaru untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Sumatera Utara Berstatus Siaga
BMKG menetapkan Sumatera Utara pada kategori Siaga. Wilayah ini berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang berada di sekitar lereng perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan dengan riwayat longsor.
Sejumlah Daerah Berstatus Waspada
BMKG juga mengeluarkan status Waspada untuk wilayah berikut:
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Bengkulu
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat menyebabkan genangan, luapan sungai, serta longsor di daerah tertentu.
Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sembilan Wilayah
Selain hujan lebat, BMKG mengingatkan adanya potensi angin kencang di:
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Papua Pegunungan
Masyarakat diminta mewaspadai pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, dan gangguan transportasi akibat angin kencang.
Potensi Dampak Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa hujan lebat dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Pada level Waspada, masyarakat berpotensi menghadapi genangan, luapan sungai, dan longsor yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pada level Siaga, risiko meningkat menjadi banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat mengganggu pelayanan publik serta aktivitas masyarakat.
Untuk 26 Agustus 2026, BMKG tidak menetapkan wilayah dengan status Awas.
BMKG Imbau Masyarakat Aktif Memantau Informasi
BMKG mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.
Masyarakat juga diajak melaporkan kejadian bencana melalui sistem pelaporan yang tersedia agar informasi di lapangan dapat membantu proses penanganan dan mitigasi secara cepat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, banjir, tanah longsor, maupun angin kencang selama beberapa hari ke depan.
Sumber utama: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – Peringatan Dini Cuaca Indonesia 26–28 Agustus 2026.











