Gaya Hidup

Sentuhan Kemanusiaan dan Keberlanjutan di Balik Keriuhan Indonesia Fashion Week 2026

Avatar photo
4
×

Sentuhan Kemanusiaan dan Keberlanjutan di Balik Keriuhan Indonesia Fashion Week 2026

Sebarkan artikel ini
Sentuhan Kemanusiaan dan Keberlanjutan di Balik Keriuhan Indonesia Fashion Week 2026


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Di balik keriuhan dan gemerlap Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, tersimpan beragam cerita tentang perjuangan dan ketangguhan para pelaku UMKM yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga. Lebih dari sekadar pameran busana dan kerajinan tangan, beberapa produk yang ditampilkan merupakan hasil buah tangan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas.

Salah satunya adalah produk busana yang terpajang di gerai UMKM Narita Shibori di booth Pertamina Patra Niaga. UMKM ini tidak hanya memproduksi barang-barang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi ruang inklusi bagi mereka yang terpinggirkan.

Dalam menghasilkan produknya, Narita Shibori merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta. Hal ini menjadikan produk Narita Shibori tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial.


Cerita lain ada di gerai UMKM Dara Baro yang juga salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga. UMKM asal Aceh ini bergerak di bidang fesyen berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kain wastra Nusantara, seperti jumputan, tenun, dan batik, untuk menghasilkan busana bernilai tinggi dengan teknik boro asal Jepang.


Boro sendiri adalah teknik produksi dengan menjahit dan menambal ulang kain bekas menjadi busana baru. Ini artinya produk UMKM Dara Baro tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan.


Sentuhan kemanusiaan dan nilai keberlanjutan inilah yang mencuri perhatian Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, ketika berkunjung ke booth perusahaan energi ini pada Minggu (2/8). Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar Pertamina Patra Niaga terus memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM, agar lebih banyak lagi pihak yang merasakan manfaatnya, terutama di sekitar daerah operasional perusahaan.


VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, program pendampingan dan pembinaan UMKM oleh Pertamina Patra Niaga sejalan dengan visi dan misi Pemerintah, yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.


Upaya ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pengurangan ketimpangan, serta penyediaan lapangan kerja yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.


“Melalui pendampingan dan pembinaan UMKM, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh perusahaan tidak hanya berdampak secara bisnis, tetapi juga secara langsung menciptakan multiplier effect yang inklusif,” kata Kitty dalam keterangannya, Jumat (7/8).


Total ada sebelas UMKM binaan yang dibawa Pertamina Patra Niaga ke ajang IFW 2026. Selain Narita Shibori dan Dara Baro, ada juga Guns Leather, Ramiza Boutique, Vite, Dimas Batik, Meeta Fauzan, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry.


Mereka mewakili wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), serta Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).