PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela diyakini akan menjadi penggerak baru perekonomian Indonesia Timur.
Investasi senilai US$ 20,9 miliar pada proyek hulu migas tersebut diperkirakan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja dan mendorong tumbuhnya usaha lokal.
Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, menilai pembangunan fasilitas pelabuhan dan kilang di darat (onshore) akan memberikan efek berganda yang jauh lebih besar bagi kawasan sekitar.
“Karena ini onshore, Pulau Nustual yang menjadi lokasi pelabuhan dan kilang bisa menjadi kota baru,” kata Bambang, Minggu (2/8/2026).
Menurut Bambang, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 10.000 hingga 15.000 tenaga kerja pada puncak konstruksi.
Ia optimistis kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal melalui program pelatihan yang berkelanjutan. Blok Masela juga dinilai berpotensi mengikuti jejak proyek LNG Tangguh di Papua Barat yang berhasil meningkatkan keterlibatan pekerja lokal.
Ia juga mengapresiasi skema pengembangan proyek yang mengalokasikan 40% produksi gas untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Komisi XII DPR, lanjutnya, akan mengawasi pelaksanaan proyek melalui evaluasi rencana kerja dan anggaran (work program and budget) yang diajukan SKK Migas.
Sementara itu, pengamat energi sekaligus dosen Universitas Darma Persada, Riki F. Ibrahim, mengingatkan bahwa manfaat ekonomi proyek harus diimbangi dengan pengelolaan dampak sosial dan tata kelola yang baik.
“Hasil migas harus diinvestasikan pada sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jangka panjang,” ujar Riki.
Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi risiko inflasi daerah, lonjakan harga tanah, serta menjaga harmonisasi antara tenaga kerja lokal dan pendatang.
Ia juga mendorong pengelolaan Participating Interest (PI) 10% oleh BUMD secara profesional serta pembentukan dana abadi daerah agar penerimaan migas tidak habis untuk belanja rutin.
Selain itu, transparansi pelaksanaan proyek harus dijaga, mulai dari pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja lokal, program alih teknologi, hingga kepastian regulasi agar proyek berjalan sesuai jadwal.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai menyiapkan masyarakat agar dapat terlibat langsung dalam proyek tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, mengatakan pemerintah daerah tengah mendata sekaligus membina pelaku usaha lokal agar mampu masuk ke rantai pasok proyek.
“UKM yang tidak aktif kami aktifkan kembali dan dampingi agar mampu berkontribusi pada proyek strategis nasional ini,” kata Brampi.
Selain membina UKM, kelompok tani, dan peternak, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal serta mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, dan gedung perkantoran.
Pemda berharap pemerintah pusat terus berkolaborasi agar manfaat proyek dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebagai informasi, PSN Lapangan Gas Abadi Blok Masela yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kini resmi memasuki tahap konstruksi setelah hampir tiga dekade menunggu realisasi.
Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun serta 35.000 barel kondensat per hari untuk memperkuat pasokan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pembangunan Blok Masela harus berjalan tanpa penundaan agar proyek strategis tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan kawasan timur Indonesia.











