PRESSCORNER.ID – Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin menguat setelah gagalnya rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.
Kepala organisasi Liga Eropa Claudius Schaefer menilai, posisi Infantino kini sulit dipertahankan.
Schaefer, yang organisasinya mewakili 53 liga sepak bola profesional putra dan putri di Eropa mengatakan hanya ada satu konsekuensi yang lazim terjadi ketika seorang pemimpin mendorong transaksi besar tanpa melibatkan badan pengambil keputusan.
“Saat saya melihat bagaimana semua ini terjadi dan badan-badan utama FIFA tidak dilibatkan, pada dasarnya hanya ada satu konsekuensi di perusahaan atau organisasi mana pun,” ujar Schaefer kepada surat kabar SonntagsZeitung, Minggu (2/8/2026), seperti dikutip Reuters.
Ketika ditanya apakah hal tersebut berarti Infantino sudah tidak layak lagi menjabat sebagai Presiden FIFA, Schaefer menjawab bahwa hal tersebut umumnya menjadi konsekuensi jika seseorang mendorong sebuah transaksi bisnis besar tanpa sepengetahuan pihak-pihak terkait.
Sebelumnya, Infantino mengumumkan pada Jumat (31/7) bahwa FIFA membatalkan rencana menjual sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia setelah mendapat penolakan luas dari berbagai konfederasi regional.
Pada Sabtu (1/8), UEFA dan CONCACAF menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.
Schaefer, yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer Swiss Football League, menilai usulan tersebut menunjukkan bahwa FIFA lebih berorientasi pada keuntungan finansial dibanding kepentingan olahraga.
“Semua ini semata-mata tentang keuntungan finansial. Hal-hal lain sepenuhnya diabaikan,” katanya.
Menurut Schaefer, European Leagues menolak rencana tersebut karena berpotensi menambah jumlah pertandingan dalam kalender internasional yang sudah sangat padat. Kondisi itu dinilai akan merugikan kompetisi liga domestik di berbagai negara.
Ia juga menyoroti proses pengambilan keputusan yang dinilai tidak transparan.
“Tidak ada yang mengetahui rencana tersebut, bahkan Dewan FIFA sebagai badan pengelola FIFA pun tidak mengetahuinya. Saya sangat terkejut karena presiden bertindak sepenuhnya seorang diri dalam masalah ini,” ujarnya.











