PRESSCORNER.ID – Penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta terus bertambah.
Hingga 31 Juli 2026, sedikitnya tiga konfederasi sepak bola dunia telah menyampaikan sikap resmi terhadap proposal Presiden FIFA Gianni Infantino, meski dengan tingkat penolakan yang berbeda-beda.
Sejauh ini, UEFA menjadi organisasi yang mengambil langkah paling keras dengan mengancam memboikot seluruh turnamen FIFA jika proposal tersebut tetap dijalankan.
Sementara CONCACAF dan AFC sama-sama menyatakan keberatan dan menolak rencana FIFA, meski belum mengikuti langkah boikot seperti yang dilakukan UEFA.
Di sisi lain, tiga konfederasi lainnya, yakni CONMEBOL, CAF, dan OFC, masih belum mengumumkan sikap resmi.
Berikut daftar konfederasi yang telah memberikan respons terhadap proposal FIFA.
1. UEFA
Dalam rapat darurat yang dihadiri seluruh 55 asosiasi anggota pada 30 Juli 2026, UEFA menyatakan menolak secara bulat rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), yaitu perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia dan membuka kepemilikan saham kepada investor swasta.
Tidak hanya menolak, UEFA juga mengancam seluruh negara anggotanya tidak akan mengikuti kompetisi FIFA selama proposal tersebut belum dicabut.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset yang dapat dialihkan kepemilikannya kepada investor swasta.
UEFA juga meminta FIFA memberikan jaminan bahwa rencana serupa tidak akan diajukan kembali pada masa mendatang.
2. CONCACAF
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF) juga menolak proposal FIFA, tetapi memilih pendekatan yang berbeda dibandingkan UEFA.
Setelah menggelar rapat bersama 41 asosiasi anggota, CONCACAF memutuskan menolak proposal FIFA sekaligus meminta Presiden FIFA memastikan seluruh proses pengambilan keputusan mengikuti mekanisme tata kelola organisasi yang berlaku.
Dalam pernyataan resminya, CONCACAF menilai proposal tersebut disusun tanpa proses konsultasi yang memadai, memiliki tenggat waktu yang terlalu singkat, serta belum pernah dibahas secara resmi di badan-badan pengambil keputusan FIFA.
CONCACAF pun meyakini bahwa FIFA sebenarnya memiliki cadangan dana yang cukup besar sehingga pengembangan sepak bola dunia tidak harus bergantung pada masuknya investor swasta.
3. AFC
AFC mengaku kecewa karena tidak pernah diajak berkonsultasi sebelum FIFA mengumumkan rencana tersebut kepada publik. Langkah FIFA dianggap bisa merusak fondasi kerja sama antarkonfederasi yang selama ini dibangun atas prinsip solidaritas, transparansi, dan kolaborasi.
Dalam pernyataan resminya, AFC memang belum mengambil langkah boikot, namun konfederasi ini meminta seluruh anggotanya menunda pengambilan keputusan hingga proses kajian hukum, tata kelola, dan dampak jangka panjang proposal selesai dilakukan.
AFC juga menilai tenggat waktu hingga 19 September yang ditetapkan FIFA terlalu singkat untuk membahas proposal sebesar ini.
Konfederasi yang Belum Menentukan Sikap
Selain tiga konfederasi di atas, masih ada tiga organisasi regional FIFA yang belum mengeluarkan sikap resmi.
Mereka adalah CONMEBOL (Amerika Selatan), CAF (Afrika), dan OFC (Oseania).
Khusus CONMEBOL, sikap organisasinya menjadi perhatian karena Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung Gianni Infantino.
Ia juga merupakan pengusul perluasan Piala Dunia 2030 menjadi 64 peserta.
Isi Proposal FIFA yang Memicu Perdebatan
Melalui proposal FFE, FIFA berencana membentuk perusahaan baru yang mengelola hak komersial Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya.
Sekitar 20% kepemilikan perusahaan tersebut akan ditawarkan kepada investor swasta dengan valuasi sekitar US$20 miliar.
Sebagai imbalannya, FIFA menjanjikan pendanaan hingga US$40 juta bagi masing-masing dari 211 asosiasi anggota, asalkan proposal disetujui sebelum 19 September 2026.
Meski FIFA menegaskan investor tidak akan memiliki kewenangan mengatur jalannya Piala Dunia, penjelasan tersebut belum mampu meredam penolakan dari berbagai konfederasi.











