PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. Singapura merilis obligasi infrastruktur hijau pemerintah dan berupaya mengumpulkan S$ 2,1 miliar hingga S$ 2,6 miliar (US$ 2,0 miliar) dari investor.
Menurut lembar persyaratan yang dikutip Reuters, Rabu (22/7/2026), obligasi ini akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2046, dan memiliki panduan harga awal sekitar 2,55%.
Otoritas Moneter Singapura menerbitkan obligasi ini atas nama pemerintah. Hasil penerbitan akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur jangka panjang utama dan pengeluaran yang memenuhi syarat berdasarkan kerangka obligasi hijau Singapura.
Penawaran ini mencakup S$ 50 juta untuk publik di Singapura dan hingga S$ 2,55 miliar untuk investor institusional dan lainnya.
Monetary Authority of Singapore dapat mengubah ukuran akhir dan pembagian antara kedua penawaran tersebut.
Obligasi ini diharapkan akan diselesaikan pada 3 Agustus 2026 dan terdaftar di Bursa Efek Singapura.
DBS, Deutsche Bank, HSBC, OCBC, dan Standard Chartered bertindak sebagai penjamin emisi.
Reuters melaporkan mandat tersebut pada hari Selasa.
($1 = 1,2907 dolar Singapura)











