BeritaSulawesi SelatanSulsel

Bukan Sekadar Trofi! Spanyol Kejar Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang dalam Sejarah Sepak Bola

Avatar photo
4
×

Bukan Sekadar Trofi! Spanyol Kejar Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang dalam Sejarah Sepak Bola

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Trofi! Spanyol Kejar Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang dalam Sejarah Sepak Bola


Presscorner.id – Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina bukan hanya menjadi perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Bagi La Furia Roja, laga ini juga menghadirkan peluang untuk mengukir sejarah dengan memecahkan salah satu rekor paling sulit dalam sepak bola internasional: catatan tak terkalahkan terpanjang sepanjang masa.

Setelah menyingkirkan Prancis di semifinal, Spanyol memperpanjang rekor menjadi 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, menyamai pencapaian Italia yang dibukukan pada periode 2018–2021. Jika mampu menghindari kekalahan di final, Spanyol akan menjadi tim nasional pertama yang mencatat 38 laga berturut-turut tanpa kalah, sekaligus menjadi pemegang tunggal rekor dunia.

Apa Arti Rekor Tak Terkalahkan?

Rekor tak terkalahkan atau unbeaten run bukan berarti selalu menang.

Dalam statistik resmi FIFA dan UEFA, sebuah tim dianggap tidak kalah apabila pertandingan berakhir dengan:

  • Menang dalam waktu normal atau perpanjangan waktu.
  • Seri setelah 90 atau 120 menit.

Karena itu, hasil adu penalti tidak dihitung sebagai kekalahan dalam catatan rekor. Secara statistik, pertandingan tetap dicatat sebagai hasil imbang setelah perpanjangan waktu.

Artinya, rekor Spanyol hanya akan berakhir jika mereka kalah pada waktu normal atau setelah babak tambahan.

Daftar Rekor Tak Terkalahkan Tim Nasional

Hingga menjelang final Piala Dunia 2026, tiga catatan terbaik dunia ditempati oleh:

  1. Spanyol – 37 pertandingan (2024–2026, masih berlangsung)
  2. Italia – 37 pertandingan (2018–2021)
  3. Argentina – 36 pertandingan (2019–2022)

Menariknya, Argentina yang kini menjadi lawan Spanyol di final juga pernah mendekati rekor tersebut sebelum akhirnya rangkaian 36 laga tanpa kekalahannya terhenti pada laga pembuka Piala Dunia 2022 saat takluk dari Arab Saudi.

Ironi Rekor Italia

Ada kisah menarik di balik rekor Italia.

Pada 2021, Gli Azzurri mencatat 37 pertandingan tanpa kekalahan, rekor yang kala itu menjadi yang terbaik dalam sejarah sepak bola internasional.

Namun, rekor tersebut justru berakhir ketika Italia dikalahkan Spanyol di semifinal UEFA Nations League.

Empat tahun kemudian, Spanyol memiliki kesempatan melampaui rekor yang dulu mereka bantu hentikan.

Lebih dari Sekadar Penguasaan Bola

Di bawah generasi baru yang dipimpin pemain-pemain seperti Lamine Yamal, Pedri, Rodri, Nico Williams, hingga Unai Simón, Spanyol menunjukkan bahwa identitas tiki-taka telah berevolusi.

La Roja kini tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga bermain lebih langsung, agresif dalam transisi, dan efektif saat menyerang.

Kombinasi teknik, disiplin taktik, dan regenerasi yang berjalan baik membuat Spanyol kembali menjadi salah satu tim paling konsisten di dunia.

Final Sarat Sejarah

Lawan yang dihadapi Spanyol bukanlah tim sembarangan.

Argentina datang sebagai juara bertahan dengan Lionel Messi yang berpeluang menutup karier Piala Dunianya dengan gelar kedua secara beruntun.

Karena itu, final ini menghadirkan dua pertaruhan sekaligus.

Bagi Argentina, pertandingan menjadi kesempatan mempertahankan mahkota juara dunia.

Bagi Spanyol, kemenangan bukan hanya berarti trofi kedua sepanjang sejarah, tetapi juga rekor yang mungkin sulit dipecahkan dalam waktu lama.

Catatan Presscorner.id

Dalam sepak bola, trofi memang menjadi tujuan utama. Namun, sejarah sering kali mengingat tim bukan hanya karena jumlah gelarnya, melainkan juga karena pencapaian luar biasa yang mereka tinggalkan.

Jika Spanyol mampu memperpanjang rangkaian tak terkalahkan menjadi 38 pertandingan, La Furia Roja tidak hanya akan dikenang sebagai juara dunia, tetapi juga sebagai tim nasional dengan catatan tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional. Itulah alasan mengapa final Piala Dunia 2026 menjadi lebih dari sekadar perebutan trofi—ia juga menjadi panggung untuk mengukir rekor yang dapat bertahan selama bertahun-tahun.